Jakarta – Fitur pembesaran gambar berbasis kecerdasan buatan kini mulai merambah segmen ponsel harga terjangkau di kisaran Rp2 jutaan.
Teknologi yang dulunya menjadi eksklusivitas ponsel kelas atas tersebut kini dapat dinikmati oleh pengguna perangkat kelas menengah bawah.
Peningkatan kemampuan kamera ini bersumber dari perpaduan sensor resolusi tinggi, kecanggihan pemrosesan AI, serta teknik digital cropping yang semakin efektif.
Hasil jepretan objek jarak jauh kini jauh lebih tajam dan stabil, sehingga cukup mumpuni untuk kebutuhan konten media sosial.
Meski demikian, ponsel premium dengan lensa periskop tetap memimpin dalam urusan zoom ekstrem berkat dukungan perangkat keras dan algoritma yang jauh lebih kompleks.
Kemampuan kamera ponsel murah saat ini belum mampu menandingi performa zoom 100x seperti yang ditemukan pada seri Galaxy S Ultra.
Beberapa produk seperti Nubia Focus 2 5G menawarkan sensor 108 MP dengan dukungan AI Super Zoom dan lossless zoom hingga 3x sebagai daya tarik utama.
Seri Infinix Note juga mengambil langkah agresif dengan menyematkan fitur zoom digital 10x yang diklaim mampu mereduksi gangguan visual melalui bantuan algoritma AI.
Sementara itu, jajaran seri POCO M turut bersaing dengan mengandalkan sensor besar berpadu fitur crop zoom berbasis AI untuk menjaga detail gambar tetap terjaga saat diperbesar.







