Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggandeng tokoh blockchain internasional, Herbert Sim, untuk mengembangkan riset dan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat inovasi pendidikan digital di perguruan tinggi.Kemitraan strategis ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan tinggi Indonesia. Diharapkan,kolaborasi ini dapat memperkaya pendekatan pembelajaran digital di abad ke-21 bagi mahasiswa dan tenaga pendidik.
Herbert Sim, yang dikenal sebagai ‘the Bitcoin Man’ dan menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) AICEAN.IO, platform AI ‘Text-to-Video’, menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan teknologi.
“Kita memasuki era di mana pengetahuan dan kreativitas bertemu melalui AI,” ujar Sim dalam keterangan tertulis, Kamis (21/10).
Kerja sama ITS dan AICEAN.IO akan fokus pada penerapan alat pembelajaran berbasis AI dalam kurikulum kampus. Mahasiswa akan memperoleh pengalaman langsung dalam pemanfaatan teknologi pembuatan video berbasis teks yang dikembangkan AICEAN.IO.Platform AICEAN.IO memanfaatkan pemrosesan bahasa alami dan kecerdasan buatan untuk mengubah teks menjadi video berkualitas tinggi. Teknologi ini dapat digunakan dalam pembuatan materi ajar, presentasi riset, maupun proyek kreatif di bidang akademik.
Rektor ITS, Prof.Bambang Pramujati, menyatakan bahwa penggunaan AI di perguruan tinggi membuka peluang baru dalam pengembangan metode pembelajaran.
“Dengan berkolaborasi dengan Herbert Sim dan AICEAN.IO, siswa kami akan mendapatkan tidak hanya pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam penerapan AI dan pembuatan media digital,” ucapnya.
Kepala Pusat Kajian Pembangunan Industri dan Kebijakan Publik ITS, Dr. Arman Hakim Nasution,menjelaskan bahwa kemitraan ini selaras dengan arah penelitian nasional yang berfokus pada transformasi pendidikan digital.
Kementerian Pendidikan Tinggi Indonesia mendukung kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya modernisasi infrastruktur akademik melalui riset kecerdasan buatan. Kemitraan ini sejalan dengan visi nasional untuk menumbuhkan inovasi di lingkungan universitas serta membekali mahasiswa dengan kompetensi global di bidang ilmu data, otomasi, dan teknologi kreatif.







