Tutup
News

Tim SAR Evakuasi Warga, Banjir Rendam Permukiman

308
×

Tim SAR Evakuasi Warga, Banjir Rendam Permukiman

Sebarkan artikel ini
hujan-belum-berhenti,-kelangkaan-beras-menghantui.
Hujan Belum Berhenti, Kelangkaan Beras Menghantui.

Agam – Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat akibat hujan deras yang tak henti-hentinya mengguyur selama dua pekan terakhir. Puluhan warga dilaporkan meninggal dunia dan hilang.bencana ini menyebabkan beberapa daerah terisolasi, membuat warga terdampak mengirimkan video permohonan bantuan makanan dan evakuasi.

wali Nagari Malalak Timur, Ulya Satar, melalui video yang beredar, meminta pasokan makanan dan evakuasi udara.

“Semua jalur keluar masuk Malalak Timur sudah tertutup. Kami tidak bisa ke Sigiran, apalagi ke Ampek Koto. Tolonglah Bapak BPBD,” ujarnya dalam video tersebut.

sementara itu, Ketua PMI Agam, Masrizal, menggunakan motor boat menyusuri rumah-rumah warga di kawasan perkebunan Tiku V Jorong untuk mencari dan menyelamatkan warga yang terjebak banjir.

“PMI Agam berkoordinasi dengan BPBD untuk mencari dan menyelamatkan warga,” kata Masrizal.

Seorang ustadz yang juga peternak sapi di IV Nagari, Firdaus, menyebutkan bahwa di kawasan Tiku V Jorong terdapat beberapa titik banjir dan lokasi yang masih terisolasi.

“Di Muaro putuih ada beberapa titik rawan banjir.Di sana kalau banjir, lama sekali airnya surut karena itu kawasan muara,” jelasnya.

Kondisi ini diperparah dengan mulai langkanya kebutuhan pokok. Di Lubuk Basung, warga mulai cemas karena beras sulit didapatkan.

“Sulit mencari beras di Lubuk Basung saat ini. Selain stok pedagang dan penggilingan padi terbatas, akibat bencana, beras diborong untuk bantuan. Diharapkan beras dari luar masuk Lubuk Basung, transportasi terputus,” kata Romi, seorang warga Lubuk Basung.

Warga hanya bisa bersabar dan berharap kepada pemerintah. “Melihat aparat bekerja menanggulangi bencana, iba pula kita,” pungkas Romi.