Simpang Ampek – enam nelayan asal Nagari air Bangis, Pasaman Barat, Sumatera Barat, dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (20/11/2025). Hingga Jumat pagi, upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.Boat tempel bernama Primadona yang membawa para nelayan tersebut hilang saat perjalanan pulang dari Kepulauan Nias Selatan. diduga cuaca buruk menjadi penyebab hilangnya kontak.
Tim Reaksi Cepat BPBD Pasaman Barat menjelaskan, rombongan berangkat dari Air Bangis pada Selasa (18/11/2025) menuju Panana, Nias Selatan, untuk menjemput hasil tangkapan ikan.
Enam nelayan yang berada di boat tersebut adalah Zulfikar (52), Akmal daudi (40), Marrio (37), Andika Putra (36), serta dua ABK kapal pukat cincin yang belum diketahui identitasnya.
Kuria Sakti dari BPBD Pasaman Barat menjelaskan, rombongan tiba di Panana pada Rabu (19/11/2025) sore dan melakukan bongkar muat ikan sebanyak dua ton.
Mereka sempat menunda keberangkatan pulang karena cuaca buruk. Namun, mereka memutuskan untuk bertolak kembali ke Air Bangis pada Kamis (20/11/2025) pagi.Seharusnya, boat Primadona tiba di Air Bangis sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, hingga lebih dari satu jam setelahnya, keberadaan mereka belum diketahui.
Pawang kapal pukat cincin kemudian menghubungi keluarga di Air bangis untuk memastikan kedatangan rombongan, namun mereka belum tiba.Keluarga nelayan yang khawatir kemudian melaporkan kejadian ini kepada Pol Airud pada pukul 18.30 WIB. Upaya menghubungi para ABK dan kapal lain melalui radio komunikasi juga tidak membuahkan hasil.
Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian ini kepada Camat Sungai Beremas dan Wali Nagari Air Bangis. Rencananya, penyisiran jalur yang dilalui kapal Primadona akan dilakukan pada Jumat (21/11/2025) pagi.







