Jakarta – Tiongkok kembali mengukuhkan posisinya sebagai raja ekspor dunia pada tahun 2024. Negara ini berhasil melampaui Amerika serikat dan Jerman dalam hal nilai ekspor.
Data terbaru dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menunjukkan, ekspor Tiongkok mencapai US$3.577 miliar. Angka ini melonjak 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan nilai tersebut, Tiongkok menguasai 14,6 persen pangsa ekspor global.sektor manufaktur dan teknologi yang kuat menjadi tulang punggung dominasi ekonomi Tiongkok.
Amerika Serikat menempati urutan kedua dengan nilai ekspor US$2.065 miliar. Ekspor AS naik 2 persen secara tahunan.
Kanada dan Meksiko menjadi penyumbang utama permintaan ekspor AS. Kedua negara ini menyumbang sekitar 30 persen dari total ekspor AS.
Jerman berada di posisi ketiga dengan nilai ekspor US$1.682 miliar. Angka ini setara dengan 6,9 persen pangsa global.
Namun, Jerman mengalami penurunan 1 persen. Perlambatan di sektor otomotif dan energi menjadi penyebabnya.
Belanda menempati urutan keempat dengan ekspor mencapai US$921 miliar. Negara ini menguasai 3,8 persen pasar global.
Meski kecil, Belanda menjadi pintu gerbang perdagangan Eropa. Pelabuhan Rotterdam memegang peranan penting dalam hal ini.
Jepang menduduki posisi kelima dengan nilai ekspor US$707 miliar.Namun, Jepang mengalami penurunan 1 persen. Lemahnya permintaan global terhadap produk elektronik dan otomotif menjadi penyebabnya.
Korea Selatan mencatatkan pertumbuhan impresif. Negara ini menempati posisi keenam dengan nilai ekspor US$684 miliar, melonjak 8 persen berkat sektor semikonduktor dan teknologi.






