Tutup
CSRInvestasiNewsPariwisata

Walikota Ingatkan Sawahlunto, Tantangan Berat Menanti

269
×

Walikota Ingatkan Sawahlunto, Tantangan Berat Menanti

Sebarkan artikel ini
hjk-sawahlunto,-walikota-sebut-tantangan-ke-depan-makin-berat
HJK Sawahlunto, Walikota Sebut Tantangan ke Depan Makin Berat

Sawahlunto – Kota Sawahlunto memperingati hari jadinya yang ke-137 di tengah tantangan fiskal. Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyampaikan hal ini dalam Sidang Paripurna DPRD, Kamis (20/6/2024).

Riyanda Putra menegaskan, peringatan hari jadi kota bukan hanya sekadar seremonial.

Namun,menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan merencanakan pembangunan ke depan.

“Hari kelahiran Kota Sawahlunto harus menjadi inspirasi untuk mengisi setiap detik perjalanan daerah ini dengan karya dan prestasi,” tegasnya.

Kota yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia melalui Ombilin coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) ini, menghadapi tantangan berat.

Dana transfer pusat dipangkas Rp35 miliar pada Perubahan APBD 2025.Bahkan, diperkirakan akan turun lagi Rp93 miliar pada 2026.

“Ini bukan kelemahan Sawahlunto, tetapi kebijakan nasional yang dialami seluruh daerah,” ujar Riyanda.

ia mengakui, pemangkasan anggaran ini berdampak pada terbatasnya pembangunan fisik dan penundaan beberapa agenda.

Pemkot Sawahlunto berupaya proaktif melobi kementerian, lembaga pusat, dan pemprov untuk menarik program strategis nasional.

Selain itu, Pemkot juga memperjuangkan kenaikan Dana Bagi Hasil Royalti Batubara, yang tahun 2025 menyumbang Rp10,6 miliar.

Pemkot juga menggandeng BUMN, swasta, dan perusahaan tambang untuk penyaluran CSR, memastikan pembangunan tetap berjalan.

Wali kota memaparkan progres dalam tujuh misi pembangunan, sesuai visi besar RPJMD 2025-2030.

Sebagai kota Event, Sawahlunto berhasil menarik 95.450 pengunjung sepanjang 2025. Hal ini berdampak positif pada ekonomi UMKM, hotel, kuliner, dan pariwisata.

Realisasi investasi triwulan I-III 2025 mencapai Rp230,85 miliar, tumbuh 80,80% dibanding tahun lalu. Sektor tambang dan pembangunan hotel, termasuk Hotel Saka heritage Ombilin, menjadi pendorong utama.

Berbagai program pelatihan juga telah dilaksanakan melalui APBN dan APBD provinsi. Mulai dari operator alat berat, agroforestry, batik, pengelasan, tata rias, hingga konten digital.

Di hadapan para pemimpin daerah, tokoh adat, dan masyarakat, Riyanda menegaskan bahwa krisis fiskal tidak akan menghentikan langkah sawahlunto untuk terus berbenah diri.

“Kendati anggaran terbatas, tetapi semangat dan gotong royong tidak memiliki batas. Dengan kebersamaan, Sawahlunto akan tetap berdiri tegak sebagai kota yang maju, berbudaya, dan menyejahterakan,” pungkasnya.