Tutup
Regulasi

Warren Buffett Pensiun: Berkshire Hathaway Cetak Cuan Fantastis 60 Tahun

258
×

Warren Buffett Pensiun: Berkshire Hathaway Cetak Cuan Fantastis 60 Tahun

Sebarkan artikel ini

Omaha – Era baru kepemimpinan di Berkshire Hathaway resmi dimulai. Warren Buffett, sang legenda investasi, telah menyerahkan tongkat estafet CEO kepada Greg Abel, menandai akhir dari era gemilang yang berlangsung selama enam dekade.

Buffett, yang mengambil alih Berkshire Hathaway pada tahun 1965, pensiun pada 31 Desember 2025. Di bawah kepemimpinannya, saham Berkshire Hathaway mencetak rekor pertumbuhan fantastis, mencapai kenaikan sekitar 6.100.000% dalam 60 tahun. Angka ini jauh melampaui kinerja indeks S&P 500 yang hanya naik sekitar 46.000% termasuk dividen.

Meski pensiun dari kursi CEO, Buffett tidak sepenuhnya meninggalkan Berkshire. Ia tetap menjabat sebagai chairman dan berencana untuk terus hadir di kantor pusat perusahaan di Omaha, Nebraska, serta mendampingi Abel selama masa transisi.

Pada penutupan perdagangan Rabu (31/12), saham Berkshire kelas A mengalami penurunan tipis 0,1% ke level USD 754.800, sementara saham kelas B melemah 0,2% menjadi USD 502,65.

Berkshire Hathaway kini menjadi konglomerasi raksasa yang membawahi berbagai anak usaha, mulai dari perusahaan asuransi Geico, operator kereta api BNSF, hingga puluhan bisnis manufaktur dan energi. Perusahaan ini juga memiliki merek ritel ternama seperti Brooks, Dairy Queen, Fruit of the Loom, dan See’s Candies. Hingga akhir September, Berkshire tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar USD 381,7 miliar.

Greg Abel, penerus Buffett, bukan orang baru di Berkshire Hathaway. Ia bergabung pada tahun 2000 saat perusahaan mengakuisisi MidAmerican Energy, yang kini bernama Berkshire Hathaway Energy. Sejak 2018, Abel menjabat sebagai wakil ketua dan mengelola bisnis non-asuransi.

Ke depannya, Abel akan melanjutkan pengawasan atas bisnis inti Berkshire seperti kereta api BNSF, manufaktur, dan energi. Sementara itu, CEO NetJets, Adam Johnson, akan langsung membawahi bisnis produk konsumen, jasa, dan ritel.

Satu pertanyaan besar yang masih menggantung adalah siapa yang akan mengelola portofolio saham Berkshire yang bernilai USD 283,2 miliar per akhir September. Portofolio tersebut mencakup saham-saham unggulan seperti Apple dan American Express.

Sebelumnya, nama Todd Combs dan Ted Weschler sempat disebut sebagai kandidat kuat penerus pengelola portofolio. Namun, Combs diketahui telah beralih ke JPMorgan Chase.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…