Tutup
NewsRegulasi

Pemerintah Dorong Penggunaan Bioetanol Gantikan Bensin

478
×

Pemerintah Dorong Penggunaan Bioetanol Gantikan Bensin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi SPBU
Ilustrasi. Foto : Poskotanews

Jakarta – Pemerintah berencana mendorong penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar pengganti bensin.

Langkah ini bertujuan mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kita ingin sulfur (pada bensin) menjadi 50 ppm. Ini sedang diproses oleh Pertamina,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, melalui unggahan di akun Instagramnya.

Luhut menjelaskan, kandungan sulfur yang rendah dalam bioetanol dapat mengurangi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Pembayaran BPJS untuk penyakit tersebut bisa dihemat hingga Rp38 triliun,” ujarnya.

Penggunaan bioetanol sebelumnya telah disiapkan melalui pembentukan Satgas Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, oleh Presiden Joko Widodo. Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, ditunjuk sebagai ketua satgas.

Bahlil berkomitmen mempercepat investasi komoditas tebu yang diintegrasikan dengan industri gula, bioetanol, dan pembangkit listrik biomasa di Merauke. Ia menyebutkan, ada empat klaster wilayah seluas lebih dari 2 juta hektare yang akan menjadi sentra pengembangan swasembada gula terintegrasi bioetanol.

“Total rencana investasi perkebunan tebu terintegrasi swasta klaster tiga diperkirakan mencapai US$ 5,62 miliar atau Rp 83,27 triliun,” kata Bahlil.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…