Tutup
Perbankan

Hadiri 6WG Ministerial Meeting, Menko Airlangga Bahas Transformasi Ekonomi RI–Singapura

207
×

Hadiri 6WG Ministerial Meeting, Menko Airlangga Bahas Transformasi Ekonomi RI–Singapura

Sebarkan artikel ini
hadiri-6wg-ministerial-meeting,-menko-airlangga-bahas-transformasi-ekonomi-ri–singapura
Hadiri 6WG Ministerial Meeting, Menko Airlangga Bahas Transformasi Ekonomi RI–Singapura

Singapura – Indonesia dan Singapura telah menyepakati penguatan kemitraan ekonomi di tengah tantangan geoekonomi global. Kesepakatan ini terungkap dalam The 15th Indonesia-Singapore Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting (6WG MM) yang berlangsung pada Minggu (15/6/2025) di Singapura.

Pertemuan tingkat menteri tersebut dipimpin bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri Singapura Gan kim Yong. agenda utama pertemuan ini adalah evaluasi perkembangan kerja sama ekonomi antara kedua negara dalam enam area kerja sama, yaitu Batam, Bintan, Karimun (BBK), Investasi, Ketenagakerjaan, Transportasi, Agribisnis, dan Pariwisata.

Kedua menteri menekankan pentingnya menjaga hubungan ekonomi yang saling melengkapi, yang didasarkan pada kepentingan bersama, kepercayaan, dan kedekatan geografis.

Airlangga hartarto menyatakan bahwa kemitraan Indonesia-Singapura menjadi semakin penting dalam konteks geoekonomi yang semakin kompleks. “Kerja sama Indonesia dan Singapura sangat berdampak terhadap ekonomi kedua negara dan juga kawasan, serta berpengaruh terhadap ekonomi dunia, sehingga harus terus ditingkatkan dan dijaga relevansinya dengan perkembangan tantangan global,” ujarnya pada Senin (16/6/2025).

gan Kim Yong menegaskan bahwa kerja sama 6WG harus berfokus pada penguatan iklim usaha dan regulasi untuk menarik investasi. “Penting bagi Pemerintah kedua negara untuk memfasilitasi kolaborasi antara masyarakat dan pelaku usaha sehingga dapat mengoptimalkan setiap peluang,” ungkapnya.

Kedua menteri mengapresiasi kebijakan untuk mendorong kemudahan Visa dan pengembangan Data Center di kawasan Nongsa Digital park. Mereka juga menyoroti pentingnya komitmen pemerintah dalam memastikan kemudahan realisasi investasi,baik dari sisi regulasi maupun dukungan infrastruktur.

Indonesia dan Singapura sepakat untuk fokus pada penguatan infrastruktur dan layanan industri dalam rangka mendorong peningkatan investasi. Optimalisasi investasi juga akan diarahkan pada pengembangan energi bersih, termasuk energi terbarukan, efisiensi penggunaan energi, kendaraan listrik, dan pembiayaan hijau.

Selain itu, kedua menteri mengapresiasi peningkatan investasi yang signifikan serta dampak positif perluasan lapangan pekerjaan yang dihasilkan oleh Kendal Industrial Park di KEK Kendal. Pertemuan juga mencatat kemajuan dalam kolaborasi di bidang perdagangan listrik dan Carbon Capture Storage (CCS), yang akan mendukung upaya kedua negara menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Di sektor ketenagakerjaan, kedua menteri sepakat untuk mendorong penguatan kerja sama peningkatan kapasitas SDM, terutama bagi para pemuda. Program Tech-talent dan Tech:X perlu terus dipromosikan secara intensif agar lebih optimal. untuk pengembangan sektor agribisnis, pertemuan turut membahas inisiatif untuk mempercepat kolaborasi teknologi pertanian dan menciptakan peluang perdagangan baru bagi Indonesia dan Singapura. Inisiatif ini diharapkan dapat berdampak positif bagi industri pangan kedua negara.