Tutup
Regulasi

Dividen KLBF Terendah dalam Lima Tahun, Analis Sarankan Investor Wait & See

126
×

Dividen KLBF Terendah dalam Lima Tahun, Analis Sarankan Investor Wait & See

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp936,26 miliar atau setara Rp20 per saham untuk tahun buku 2025. Angka tersebut menjadi dividen per saham terendah dalam lima tahun terakhir, meskipun perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 13,09% secara tahunan (YoY) menjadi Rp3,66 triliun.

Analis Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai kebijakan dividen tersebut masih dalam batas wajar. Menurutnya, langkah perusahaan menahan sebagian besar laba untuk kebutuhan ekspansi adalah strategi yang tepat guna menjaga margin di tengah tantangan ekonomi makro.

“Keputusan ini sudah cukup baik di tengah kondisi pelemahan nilai tukar rupiah. Perusahaan perlu menjaga kas untuk mengantisipasi potensi kenaikan biaya operasional akibat tekanan pelemahan kurs dan kenaikan harga komoditas,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Meskipun nilai dividen menurun, tingkat *yield* KLBF dinilai masih cukup menarik di kisaran 2,60%. Ke depan, perusahaan disarankan fokus pada efisiensi operasional dan penguatan portofolio produk, khususnya di segmen *consumer health* dan nutrisi yang memiliki margin lebih tinggi.

Strategi diversifikasi bahan baku serta pengendalian biaya distribusi juga menjadi faktor krusial bagi Kalbe Farma untuk menjaga profitabilitas di tengah volatilitas nilai tukar. Meski menghadapi tantangan daya beli masyarakat dan kenaikan biaya bahan baku impor, kinerja KLBF pada 2026 diprediksi tetap solid berkat karakteristik bisnis yang defensif serta jaringan distribusi yang luas.

Dengan mempertimbangkan tekanan pada harga saham yang saat ini masih berada dalam tren penurunan, investor disarankan untuk bersikap *wait and see* terhadap saham KLBF.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas dunia masih bertahan di level tinggi meski mengalami koreksi dalam sepekan terakhir. Prospek pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) serta kuatnya permintaan investasi dinilai masih menjadi penopang utama pergerakan logam mulia. Berdasarkan Trading Economics pada Senin (1/6/2026) pukul 07.40 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.535 per ons troi. Harga tersebut turun 0,62% dalam sepekan, tetapi…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mulai langkah baru dalam pengembangan bisnisnya. Emiten yang bergerak di sektor produsen furnitur dan jasa konstruksi interior ini bakal memperluas lini usahanya ke sektor tambang batubara. MEJA menempuh sektor lini usaha baru melalui aksi korporasi berupa akusisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP) dengan nilai transaksi mencapai sekitar US$ 100 juta. Transaksi akuisisi ini…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta. Selamat Hari Lahir Pancsila 1 Juni 2026. Apakah perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini buka atau libur? Pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila untuk melengkapi sejarah ketatanegaraan Indonesia. Hal itu tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Bersamaan itu, pemerintah juga menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional. Saat hari…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Pada Minggu (31/5), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) tetap bertahan pada posisi Rp 2.799.000 per gram. Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali oleh Logam Mulia juga stagnan di level Rp 2.609.000 per gram. Rincian Potensi Laba Rugi Investasi Emas Antam Bagaimana rincian potensi untung dan rugi investasi emas Antam jika dijual pada ? Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 31 Mei…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,25% diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya biaya pinjaman di sektor perbankan. Kondisi ini berpotensi mendorong masyarakat mencari alternatif sumber pembiayaan, termasuk melalui layanan fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai…