Tutup
News

Prabowo ke Rusia Bahas Pengembangan Nuklir? Ini Penjelasan ESDM

234
×

Prabowo ke Rusia Bahas Pengembangan Nuklir? Ini Penjelasan ESDM

Sebarkan artikel ini
prabowo-ke-rusia-bahas-pengembangan-nuklir?-ini-penjelasan-esdm
Prabowo ke Rusia Bahas Pengembangan Nuklir? Ini Penjelasan ESDM

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Rusia tidak mencakup pembahasan mengenai potensi pembangunan Pembangkit listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pengumuman ini muncul di tengah berlangsungnya kunjungan kenegaraan Presiden ke Rusia.

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, isu PLTN tidak menjadi bagian dari agenda pertemuan. “Nggak (bahas PLTN), kayaknya nggak bahas,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Kamis (19/6/2025).

Eniya menjelaskan lebih lanjut bahwa Menteri ESDM Bahlil lahadalia turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut, bersama dengan Direktur Jenderal Mineral dan batu Bara (minerba) Tri Winarno, yang juga merangkap jabatan sebagai Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Berkaitan dengan pembentukan Nuclear energy Program Implementation Institution (NEPIO), Eniya mengungkapkan adanya perubahan rencana terkait regulasi yang akan digunakan. “Dari situ konsepnya perpres itu pengaturannya, nanti misalnya lokasinya ditentukan, operasionalnya seperti apa, itu pengaturan simpelnya dulu, di dalamnya baru ada pokja-pokja (kelompok kerja) yang nanti menentukan lokasi dan menentukan proses apakah ini lelang atau pemerintah,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengusulkan agar pembentukan pelaksana program energi nuklir diatur melalui peraturan presiden (perpres), menggantikan rencana awal yang menggunakan keputusan presiden (kepres).

Presiden Prabowo tiba di Bandara Pulkovo, Rusia, pada Rabu (18/6) sore. Agenda pada hari Kamis meliputi peletakan karangan bunga di makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan, diikuti dengan pertemuan bilateral bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, dan diakhiri dengan jamuan makan siang di Istana Constantine atau Konstantinovsky, Saint Petersburg. Pada hari Jumat (20/6), Presiden dijadwalkan untuk berpartisipasi sebagai salah satu pembicara dalam St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, sebuah forum yang mempertemukan para pemimpin negara dan pemangku kepentingan ekonomi global.