Tutup
Perbankan

Tensi Iran-Israel Memanas, Pasar Timur Tengah Masih Menggiurkan?

259
×

Tensi Iran-Israel Memanas, Pasar Timur Tengah Masih Menggiurkan?

Sebarkan artikel ini
tensi-iran-israel-memanas,-pasar-timur-tengah-masih-menggiurkan?
Tensi Iran-Israel Memanas, Pasar Timur Tengah Masih Menggiurkan?

Jakarta – Optimisme kalangan bisnis Tiongkok terhadap peluang di Timur Tengah dilaporkan tetap tinggi,meskipun ketegangan di kawasan tersebut meningkat. Hal ini terjadi setelah serangan rudal Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran beberapa jam sebelumnya.

manajer umum tiongkok di perusahaan rintisan teknologi finansial FundPark,Bear Huo,mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dalam pengiriman barang Tiongkok ke pusat logistik Dubai. “Secara keseluruhan, pedagang Tiongkok relatif optimis,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan tersebut mencapai 20% pada bulan ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang didorong oleh aksi penduduk setempat yang menimbun kebutuhan sehari-hari.

Kebangkitan Timur Tengah sebagai pasar yang tumbuh cepat menjadi salah satu faktor pendorong optimisme ini. Sejumlah perusahaan Tiongkok dilaporkan semakin beralih ke kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir, baik untuk mengumpulkan dana dari investor lokal maupun untuk memanfaatkan pasar baru untuk mobil listrik di tengah ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Huo berpendapat bahwa konflik Iran-Israel akan segera mereda. Ia beralasan bahwa serangan AS menargetkan lokasi strategis tertentu dan pertempuran tidak meluas di sepanjang perbatasan. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa risiko tetap tinggi mengingat lokasi pelabuhan Dubai yang berdekatan dengan Selat Hormuz.”Kapal bergerak lebih lambat dan penerbangan lebih sedikit,” katanya.

Data bea cukai yang diakses melalui Wind Details menunjukkan bahwa perdagangan antara Tiongkok dan Iran mengalami penurunan tajam dalam dua tahun terakhir. Kepala ekonom Tiongkok di Economist Intelligence Unit yang berkantor di Beijing, Yue su, menyatakan bahwa Timur Tengah yang lebih stabil akan menguntungkan kepentingan ekonomi dan strategis Tiongkok. “Beijing akan tertarik untuk memposisikan dirinya sebagai kekuatan konstruktif yang mampu berkontribusi pada stabilitas global,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa bisnis Tiongkok kemungkinan akan berinteraksi dengan Iran secara hati-hati, mengingat kekhawatiran atas potensi sanksi sekunder.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima yudhistira, menyarankan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah antisipasi terkait ketegangan militer Iran-Israel. Langkah-langkah tersebut meliputi pengamanan komitmen investasi dari negara-negara Timur Tengah, khususnya GCC (UAE, Qatar, Arab Saudi), serta mendorong pengembangan energi terbarukan untuk menjaga ketahanan energi. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mempercepat serapan anggaran yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan memastikan transmisi suku bunga yang lebih rendah ke bank domestik oleh Bank Indonesia.