Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berencana melakukan dialog dengan para produsen plastik untuk menekan margin harga bahan baku bagi Industri Kecil Menengah (IKM).Langkah ini diambil pemerintah guna memastikan pelaku usaha kecil tetap dapat berproduksi di tengah lonjakan harga bahan baku.
Agus menyampaikan rencana tersebut saat membuka pameran Indo Intertex di JIExpo Kemayoran, Rabu (15/4). Ia berharap pendekatan ini menjadi solusi jangka pendek agar beban biaya produksi IKM tidak semakin berat.
Saat ini, para pengusaha mengeluhkan kenaikan harga plastik yang melonjak lebih dari 50 persen di pasaran. Bahkan, harga bahan baku tersebut diprediksi akan terus merangkak naik hingga 70 persen ke depannya.
Menurut Agus, kondisi ini dipicu oleh situasi geopolitik global yang menyebabkan kelangkaan pasokan plastik dan nafta di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa tantangan ini tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, melainkan juga negara-negara lain.
Di sisi lain,Agus mendorong para pelaku usaha untuk segera menyusun rencana kerja baru yang lebih adaptif. mengingat nafta kini menjadi komoditas yang diperebutkan banyak negara, ia menyarankan perusahaan untuk sigap mengambil peluang jika terdapat ketersediaan pasokan di pasar internasional.
“Ada kompetisi tersendiri bagi negara-negara dan pelaku usaha untuk mendapatkan pemasok plastik. Jadi, perusahaan harus bisa merumuskan rencana kerja. Kalau ada ketersediaan plastik yang dijual di luar negeri, ambil saja,” pungkasnya.







