Tutup
News

Del Monte Ajukan Pailit, Cari Pembeli Aset Segera

403
×

Del Monte Ajukan Pailit, Cari Pembeli Aset Segera

Sebarkan artikel ini
del-monte-bangkrut-hingga-terlilit-utang-rp16-triliun,-ini-biang-keroknya
Del Monte Bangkrut hingga Terlilit Utang Rp16 Triliun, Ini Biang Keroknya

Jakarta – Setelah 138 tahun berdiri, perusahaan makanan kaleng Del Monte Foods kini tengah mencari pembeli baru usai mengajukan pailit pada Selasa (2/7/2025). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan.

Manajemen del Monte akan memulai proses penjualan seluruh aset perusahaan setelah mengajukan perlindungan kebangkrutan secara sukarela, mengacu pada bab 11 (Chapter 11) perjanjian Restructuring Support Agreement (RSA).

Greg Longstreet, Chief Executive Officer Del Monte Foods, dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Associated Press pada jumat (4/7/2025) menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua opsi yang tersedia. “Setelah evaluasi menyeluruh terhadap semua opsi yang tersedia, kami memutuskan bahwa proses penjualan yang diawasi oleh pengadilan adalah cara paling efektif untuk mempercepat transformasi kami dan membangun Del Monte Foods yang lebih kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Pengadilan Kebangkrutan amerika Serikat (AS) di Distrik New jersey, perusahaan memperkirakan memiliki utang sebesar US$1 miliar atau setara dengan Rp16,1 triliun (dengan estimasi kurs Rp16.190 per dolar AS) dengan total aset senilai US$10 miliar atau setara dengan Rp161,8 triliun.

Untuk mendukung proses penjualan aset, Del Monte telah memperoleh suntikan dana sebesar US$912,5 juta atau setara dengan Rp14,1 triliun dari para kreditur. Perusahaan memastikan akan tetap beroperasi selama masa transisi ini.

Del Monte menjadi perusahaan keempat di sektor makanan dan minuman yang mengajukan kebangkrutan sepanjang tahun ini. Perusahaan yang berbasis di Walnut Creek, California, menegaskan akan mencari penawaran terbaik atau tertinggi selama pencarian pembeli baru. Menurut laporan CBS News, keputusan mengajukan bangkrut diambil setelah perusahaan menghadapi tantangan selama beberapa tahun terakhir. Del Monte bahkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan restrukturisasi guna mengurangi biaya operasional.

Del Monte Foods, yang dimiliki oleh Del Monte Pacific yang berbasis di Singapura, juga sempat menghadapi gugatan dari sekelompok pemberi pinjaman yang menentang rencana restrukturisasi utang perusahaan pada tahun 2024. Kasus tersebut diselesaikan pada Mei lalu melalui pinjaman, yang meningkatkan beban bunga tahunan Del Monte sebesar US$4 juta.Kepala Global Bidang Hukum dan Restrukturisasi di DebtWire, Sarah Foss, menambahkan bahwa alasan Del Monte bangkrut terjadi di tengah perubahan tren konsumsi masyarakat AS. Permintaan konsumen atas produk-produk buatan Del Monte menurun karena warga AS lebih memilih makanan sehat atau lebih terjangkau.

Foss menjelaskan, preferensi konsumen telah bergeser dari makanan kaleng yang mengandung pengawet menuju alternatif yang lebih sehat. “Preferensi konsumen telah bergeser dari makanan kaleng yang mengandung pengawet menuju alternatif yang lebih sehat,” ucapnya pada Jumat (4/7/2025).

Inflasi bahan pangan menjadi faktor yang mendorong konsumen beralih ke merek makanan yang lebih murah. Di sisi lain, kebijakan Presiden Donald trump terkait tarif 50 persen terhadap baja impor yang mulai berlaku sejak Juni juga meningkatkan harga bahan baku kaleng yang harus dibayar Del Monte dan produsen lain.

Del Monte dikenal dengan produk tomat kaleng,kaldu,serta minuman bubble tea. Perusahaan sempat mencatatkan pertumbuhan penjualan produk minuman bubble tea dan kaldu selama tahun fiskal 2024, tetapi pencapaian tersebut belum mampu menutupi minus dari penjualan makanan kalengan sebagai produk andalannya.