Tutup
News

Prabowo Selesaikan Negosiasi IEU-CEPA Setelah 10 Tahun Berjalan

281
×

Prabowo Selesaikan Negosiasi IEU-CEPA Setelah 10 Tahun Berjalan

Sebarkan artikel ini
10-tahun-negosiasi,-prabowo-akhirnya-umukan-kesepakatan-ieu-cepa
10 Tahun Negosiasi, Prabowo Akhirnya Umukan Kesepakatan IEU-CEPA

Brussel – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sepakat untuk mempercepat penyelesaian negosiasi Indonesia-European Union complete Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Gedung Berlaymont, Brussel, Belgia, Minggu (13/7/2025).

Pertemuan yang berlangsung di kantor pusat Uni Eropa tersebut dimulai sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Presiden Ursula von der Leyen menyambut langsung kedatangan Presiden Prabowo. Keduanya melakukan sesi foto bersama sebelum menuju ruang pertemuan, didampingi oleh pejabat dari kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta besar RI untuk Belgia, andri Hadi.

Fokus utama pertemuan adalah percepatan penyelesaian IEU-CEPA, yang saat ini telah memasuki putaran negosiasi ke-19.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Presiden Komisi Eropa. Ia juga mengumumkan terobosan penting yang dicapai dalam pertemuan tersebut setelah 10 tahun proses negosiasi.

“Hari ini kami telah mencapai sebuah terobosan. Setelah 10 tahun negosiasi, kami menyepakati sebuah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif, yang pada dasarnya adalah perjanjian perdagangan bebas,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan pers bersama usai pertemuan Minggu (13/7/2025).

Presiden Prabowo menambahkan, dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak siap mengakomodir kepentingan ekonomi yang saling menguntungkan. “Kami telah mencapai banyak kesepakatan yang pada intinya saling mengakomodasi kepentingan ekonomi kedua pihak dan bersifat saling menguntungkan,” lanjutnya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut baik pertemuan ini dan menyampaikan keyakinannya bahwa kemitraan Uni Eropa-Indonesia akan semakin kokoh di masa mendatang.Ia menyoroti kesamaan nilai dan cita-cita antara Indonesia dan Uni Eropa.

“Kita sama-sama merupakan demokrasi yang dinamis dan beragam. Kami mengetahui bahwa semboyan nasional Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, dan salah satu prinsip inti Uni Eropa adalah United in Diversity. Jadi, kita memang berbagi nilai dan ambisi yang sama,” ucap Ursula von der Leyen.

pertemuan di Brussel ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi akses pasar serta peningkatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Uni Eropa dalam berbagai bidang di masa mendatang.