Tutup
Perbankan

Prabowo Soroti ‘Serakahnomics’, Ancam Tindak Tegas Kejahatan Ekonomi!

278
×

Prabowo Soroti ‘Serakahnomics’, Ancam Tindak Tegas Kejahatan Ekonomi!

Sebarkan artikel ini
apa-itu-fenomena-serakahnomics-yang-bikin-prabowo-geram?
Apa Itu Fenomena Serakahnomics yang Bikin Prabowo Geram?

Surakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti potensi kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah akibat praktik ekonomi yang disebutnya ‘serakahnomics’. Sorotan tajam ini disampaikan saat memberikan sambutan pada Penutupan Kongres PSI 2025 di Surakarta, Jawa tengah, Minggu (20/7).

Dalam pidatonya,Presiden Prabowo mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena ‘serakahnomics’ yang dianggapnya sebagai cerminan keserakahan tanpa mempedulikan norma moral,hukum,dan kepentingan bangsa. “sekarang kita menghadapi fenomena baru, saya kira sebelumnya cuma ada mazhab-mazhab ekonomi biasa. Ternyata muncul mazhab ekonomi baru, yang saya namakan serakahnomics,” ujarnya.

Menurut Prabowo, praktik ekonomi yang tidak sehat ini telah menyebabkan kerugian negara mencapai Rp100 triliun setiap tahun. “Kalau setiap tahun Rp100 triliun,lima tahun bisa Rp1.000 triliun. Ini bentuk kejahatan ekonomi yang luar biasa,” ungkapnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menjalankan UUD 1945 dan menegakkan hukum. “Saya hanya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan keberanian untuk menegakkan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan keprihatinannya atas masih adanya oknum yang melakukan kecurangan meskipun Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah. “Kita ini punya sumber daya luar biasa,tapi maling-malingnya juga luar biasa. Sudah berkali-kali diberi peringatan tetap tidak kapok. Saya benar-benar prihatin, karena mereka ini sudah tidak bisa dikatakan bertindak rasional. ini murni karena serakah,” tegasnya.

Pemerintah, kata Prabowo, akan mengambil tindakan tegas terhadap praktik ekonomi yang merugikan rakyat dan melanggar hukum. “Tunggu tanggal mainnya,” tandasnya. Ia menambahkan bahwa model ‘serakahnomics’ ini tidak diajarkan di kampus-kampus ekonomi, melainkan merupakan “ilmu murni soal keserakahan.”