Tutup
IndustriManufaktur

Astra Otoparts Catat Kenaikan Pendapatan, Ekspansi dan Manufaktur Jadi Penopang Utama

429
×

Astra Otoparts Catat Kenaikan Pendapatan, Ekspansi dan Manufaktur Jadi Penopang Utama

Sebarkan artikel ini
astra-otoparts-kantongi-rp939-miliar,-ini-sumber-keuntungannya
Astra Otoparts Kantongi Rp939 Miliar, Ini Sumber Keuntungannya

Jakarta – PT Astra otoparts Tbk terus memperkuat bisnis berkelanjutan dengan mengembangkan jaringan pengisian daya Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) melalui Astra Otopower.

Hingga semester I 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan bersih konsolidasi sebesar Rp9,6 triliun.

Direktur Astra Otoparts, Sophie Handili, mengatakan bahwa hingga akhir Juni 2025, Astra Otopower telah hadir di 40 lokasi strategis.

“Kami juga semakin memperkuat fondasi bisnis berkelanjutan melalui pengembangan jaringan pengisian daya KBLBB melalui Astra otopower. Hingga akhir Juni 2025, Astra Otopower telah hadir di 40 lokasi strategis, mencakup area perkantoran, perumahan, rest area, segmen pusat kuliner dan gaya hidup, hingga ruang publik,” ujarnya.

Pencapaian pendapatan bersih konsolidasi sebesar Rp9,6 triliun pada semester I 2025 tersebut naik 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan kontribusi dari segmen manufaktur dan perdagangan, serta strategi ekspansi yang dinilai tepat sasaran.

Meskipun demikian, laba bersih konsolidasi tercatat sebesar Rp939 miliar, sedikit lebih rendah 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1 triliun.

Penurunan ini disebabkan adanya keuntungan dari penjualan aset tetap pada tahun 2024.

Namun, jika keuntungan tersebut tidak diperhitungkan, laba bersih konsolidasi pada semester I 2025 justru mencatatkan pertumbuhan 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset Astra Otoparts tercatat sebesar Rp22 triliun, mencerminkan posisi likuiditas yang kuat. sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp6,2 triliun, menunjukkan struktur permodalan yang sehat dan prudent dalam mendukung kegiatan usaha serta rencana ekspansi ke depan.

Sophie Handili juga menyampaikan bahwa kinerja pada semester I 2025 menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan. “Kinerja semester I tahun ini menunjukkan kalau kami mampu menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dengan terus fokus pada efisiensi, inovasi, dan perluasan pasar,” katanya.

Sophie menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat kontribusi melalui peningkatan kualitas, integrasi rantai pasok, pengembangan pasar ekspor, dan berusaha lebih dekat dengan konsumen.

Pada segmen manufaktur, Astra Otoparts mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp5 triliun pada semester I 2025, tumbuh 6,1 persen dibandingkan Rp4,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan dari pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM), khususnya untuk komponen kendaraan roda empat dan roda dua baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Selain produk komponen otomotif, perseroan juga terus memperluas diversifikasi bisnis ke sektor non-otomotif, termasuk alat kesehatan, komponen alat berat, dan industri manufaktur serta perkeretaapian.

Astra Otoparts juga mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional melalui produksi general parts maupun specific parts untuk kendaraan x-EV dan menghadirkan mesin pengisian daya kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) melalui merek Altro.

Sementara itu, segmen perdagangan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp4,6 triliun, meningkat 2,2 persen dibandingkan Rp4,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini didukung oleh kontribusi bisnis ekspor dan jaringan ritel modern seperti Shop & Drive dan Astra Otoservice.

Di tengah pelemahan daya beli masyarakat, Astra Otoparts juga terus memperkuat kanal digital melalui platform astraotoshop.com untuk menjangkau konsumen secara efisien dan lebih luas,baik melalui jaringan Business to Business (B2B) maupun Business to Consumer (B2C).