Tutup
News

Mahasiswa KKN Unand Latih Petani Solok Selatan Produksi Pupuk Organik

235
×

Mahasiswa KKN Unand Latih Petani Solok Selatan Produksi Pupuk Organik

Sebarkan artikel ini
mahasiswa-kkn-unand-di-nagari-pasir-talang-ajak-petani-hasilkan-pupuk-organik-ramah-lingkungan
Mahasiswa KKN Unand di Nagari Pasir Talang Ajak Petani Hasilkan Pupuk Organik Ramah Lingkungan

SOLOK SELATAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) berupaya menjawab tantangan pertanian berkelanjutan di Nagari Pasir Talang, Kabupaten Solok Selatan, dengan menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik ramah lingkungan. Kegiatan yang menyasar kelompok tani ini dilaksanakan pada Sabtu (3/8/2025).

Inisiatif ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Mahasiswa Unand memperkenalkan metode pembuatan pupuk organik dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapatkan di sekitar lahan pertanian dan rumah tangga.

Materi pelatihan meliputi langkah-langkah pencampuran kotoran ternak, sisa sayuran, dan dedaunan kering, serta penggunaan aktivator dan proses fermentasi. Pak Ben, salah satu anggota kelompok tani, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan ini. “Selama ini kami terbiasa menggunakan Phonska dan Urea. Memang hasilnya cepat, tapi tanah lama-lama jadi keras. Dengan ilmu dari anak-anak KKN ini, kami bisa membuat pupuk sendiri yang lebih aman untuk tanah dan tanaman,” ungkapnya.

Sekretaris kelompok tani, Buk Sri, menambahkan bahwa pelatihan ini juga memberikan manfaat bagi ibu rumah tangga. “Kami para ibu-ibu juga ikut senang karena cara pembuatannya mudah dan bahannya ada di sekitar rumah. Jadi kalau suami sibuk di ladang, kami bisa membantu membuat pupuknya di rumah. Ini sangat membantu biaya pertanian agar lebih ramah di kantong,” tuturnya.

Lebih lanjut, Buk Sri berharap keterampilan ini dapat membantu kelompok tani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, supaya pengetahuan petani semakin bertambah dan pertanian di sini tetap sehat,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mencari solusi untuk permasalahan pertanian. Diharapkan, bekal keterampilan baru ini dapat membantu petani Nagari Pasir Talang menjaga produktivitas lahan sekaligus melestarikan lingkungan.