Tutup
News

OJK Gelar RGS 2025, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Ekonomi Nasional

269
×

OJK Gelar RGS 2025, Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
bakal-gelar-rgs-2025,-ojk-perkuat-tata-kelola-hingga-integritas-industri-jasa-keuangan
Bakal Gelar RGS 2025, OJK Perkuat Tata Kelola hingga Integritas Industri Jasa Keuangan

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan ekosistem Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan (Governance, Risk, and compliance/GRC) di sektor jasa keuangan melalui penyelenggaraan Risk and governance Summit (RGS) 2025. Ajang ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk meningkatkan praktik tata kelola dan integritas di industri jasa keuangan.

RGS 2025 akan diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (19/8/2025).Ketua Dewan Audit yang juga Anggota Dewan komisioner OJK,Sophia Wattimena,menyampaikan bahwa RGS bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan berbagi pengetahuan terkait GRC. “Dampak yang diinginkan adalah kesadaran terkait GRC semakin kuat, kemudian berbagi pengetahuan mengenai acuan terkait GRC,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (16/8/2025).

Sophia menjelaskan,tema RGS tahun ini adalah ‘Empowering the GRC Ecosystem to Drive Economic Growth and National Resilience’. tema ini menyoroti pentingnya penguatan ekosistem GRC sebagai fondasi untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045 dan merespons berbagai risiko global, seperti krisis iklim, digitalisasi, dan ketidakstabilan ekonomi.

OJK, lanjutnya, ingin menegaskan perannya dalam mempromosikan penguatan governansi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. RGS akan terus menjadi platform kebijakan dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui tata kelola yang sehat dan berintegritas. Selain itu, RGS 2025 juga akan menjadi sarana bagi para profesional di bidang GRC untuk bertukar informasi tentang praktik terbaik dalam memperkuat sektor jasa keuangan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem tata kelola yang baik dan berintegritas di OJK dan sistem jasa keuangan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, OJK juga mengadakan Innovation Paper Competition dengan tema tata kelola untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kompetisi ini diikuti oleh 585 karya dari 99 perguruan tinggi negeri dan 143 perguruan tinggi swasta.

Sophia menambahkan, kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang praktik dan tantangan GRC di sektor jasa keuangan. “Ini agar meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap praktik dan tantangan GRC di sektor jasa keuangan,” katanya.

Topik yang paling banyak diangkat dalam paper adalah tata kelola untuk penguatan ketahanan pangan nasional, diikuti oleh tema-tema terkait pencegahan fraud dan pencucian uang, regulasi teknologi untuk tata kelola sektor keuangan digital, serta inovasi peningkatan kapasitas SDM.