Tutup
Regulasi

Antam Beri Tanggapan Terkait Kebijakan Ekspor Satu Pintu via DSI

120
×

Antam Beri Tanggapan Terkait Kebijakan Ekspor Satu Pintu via DSI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) menyatakan kesiapannya untuk mematuhi kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang resmi berlaku secara bertahap mulai hari ini, Senin, 1 Juni 2026.

Kebijakan ini mencakup tiga komoditas sumber daya alam strategis, yakni minyak sawit mentah (CPO), batu bara, dan paduan besi (*ferroalloy*).

Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto, menilai langkah pemerintah tersebut sebagai upaya strategis untuk memperkuat tata kelola perdagangan nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

“Antam tentunya akan mengikuti ketentuan dan arah kebijakan pemerintah sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Wisnu dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (1/6/2026).

Wisnu menegaskan, saat ini Antam memiliki fokus utama pada pemenuhan kebutuhan pasar domestik melalui penguatan industri hilir. Strategi ini terbukti efektif, di mana laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 mencatat penjualan domestik mencapai Rp28,31 triliun atau 97 persen dari total penjualan bersih perseroan.

“Capaian tersebut mencerminkan strategi perseroan dalam memperkuat ekosistem industri domestik serta mendukung penciptaan nilai tambah mineral di dalam negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pemerintah memberikan masa transisi bagi para eksportir sebelum kebijakan ini diimplementasikan secara penuh pada 1 Januari 2027 mendatang.

Selama periode peralihan ini, seluruh perusahaan ekspor wajib melaporkan setiap kegiatan ekspornya melalui PT DSI. Proses pelaporan tersebut nantinya akan difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Airlangga menegaskan bahwa pada masa transisi ini, kegiatan ekspor tetap berjalan seperti biasa oleh perusahaan terkait. “Implementasi ini merupakan periode transisi di mana kegiatan ekspor tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Ahad (31/5/2026).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejak beberapa bulan kemarin, regulator sudah menetapkan kebijakan baru mengenai batas saham beredar bebas alias free float menjadi minimum 15%. Menjelang tenggat waktu kebijakan ini, sejumlah emiten bank terlihat masih kesulitan meningkatkan jumlah free float-nya. Dari riset Kontan, sampai dengan Senin (1/6/2026), setidaknya masih ada sekitar 24 emiten bank yang jumlah free float-nya belum mencapai free float 15%. Untuk…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar saham Indonesia masih lesu menjelang pertengahan tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi dalam dan tren initial public offering (IPO) sepi tahun ini. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), per 22 Mei 2026 baru ada satu emiten yang IPO sepanjang tahun ini, yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) dengan dana dihimpun Rp 0,30 triliun. Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 5,25% dapat mempengaruhi preferensi sebagian investor (pemodal), khususnya terhadap instrumen dengan profil risiko relatif lebih rendah seperti produk perbankan. Meski demikian, Head of Marketing Communication Danamart Cindera Hegawan optimistis minat investor…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Rupiah spot ditutup pada level Rp 16.805 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (1/6/2026), rebound 0,43% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 17.881 per dolar AS. Di Asia, rupiah menguat bersama rupee India dan yuan China. Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia yakn i 0,43%, disusul rupee yang menguat 0,01% dan yuan China yang menguat 0,01% terhadap dolar AS. Sedangkan mayoritas…