Tutup
News

Infrastruktur Digital Telkom: Proyeksi Pertumbuhan Bisnis Signifikan

258
×

Infrastruktur Digital Telkom: Proyeksi Pertumbuhan Bisnis Signifikan

Sebarkan artikel ini
pengembangan-infrastruktur-digital-dinilai-bakal-dongkrak-bisnis-telkom-indonesia
Pengembangan Infrastruktur Digital Dinilai Bakal Dongkrak Bisnis Telkom Indonesia

Jakarta – Analis Mandiri Sekuritas, henry Tedja, memproyeksikan pertumbuhan bisnis PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan semakin solid di masa mendatang.hal ini didorong oleh potensi besar dari anak perusahaan yang fokus pada infrastruktur digital.

Henry menjelaskan, pada Jumat (22/8/2025), bahwa anak usaha Telkom yang bergerak di bidang infrastruktur digital mencakup bisnis data center, jaringan telekomunikasi last-mile dan backbone, serta kabel bawah laut. “Kami melihat anak usaha yang bergerak di bidang infrastruktur digital berpotensi memberikan peningkatan kontribusi pendapatan dan laba bagi perusahaan di masa mendatang,” ujarnya di Jakarta.

Menurut Henry, langkah strategis Telkom dalam memperkuat lini business-to-business (B2B) dinilai tepat, mengingat lini bisnis business-to-consumer (B2C) telah mencapai kematangan melalui anak usahanya, Telkomsel. Ia memperkirakan kematangan bisnis B2C ini hanya akan memberikan pertumbuhan pendapatan satu digit di level rendah hingga menengah (low-to-mid single digit growth rate).

Lebih lanjut, Henry menyoroti potensi besar pada sektor B2B, yang ditandai dengan pembangunan data center yang masif di indonesia, peningkatan permintaan sistem keamanan siber, serta digitalisasi bisnis untuk meningkatkan efisiensi dunia usaha. “Hal ini akan membuat perusahaan mampu memberikan perbaikan pertumbuhan pendapatan yang berkualitas di semester II-2025,” kata Henry. Ia menambahkan, hal ini dapat membantu Telkom untuk membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit di level menengah hingga tinggi (mid-to-high single digit growth rate).

Henry juga memproyeksikan bahwa segmen consumer (mobile dan fixed broadband), segmen enterprise, segmen wholesale and international, bisnis menara telekomunikasi, maupun bisnis data center dan cloud, memiliki potensi untuk memberikan kontribusi positif bagi Telkom di masa mendatang.

Namun, ia memperkirakan kontribusi segmen consumer, terutama lini bisnis mobile, terhadap total pertumbuhan pendapatan perseroan kemungkinan akan berkurang. sementara segmen lainnya berpotensi memberikan kontribusi pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi, apabila telkom mulai melakukan konsolidasi aset dan membuka akses infrastruktur tersebut kepada pihak luar. “Hal ini juga akan mengoptimalkan asset return (rasio pengembalian atas aset) dalam jangka panjang,” tutur Henry.

Sebagai informasi tambahan, Telkom mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp73 triliun pada laporan keuangan kuartal II tahun ini. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) konsolidasi tercatat sebesar Rp36,1 triliun dengan margin EBITDA 49,5 persen. Sementara, laba bersih perseroan menyentuh Rp11 triliun dengan margin 15 persen. Pada kuartal kedua tahun ini, bisnis data, Internet, dan layanan informasi teknologi masih menjadi penyumbang utama pendapatan perseroan dengan kontribusi Rp42,5 triliun.