Tutup
EkonomiKoperasiNews

Perisai SI Bentuk Koperasi, Pemerintah Dukung Ekonomi Kerakyatan

332
×

Perisai SI Bentuk Koperasi, Pemerintah Dukung Ekonomi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini
perkuat-ekonomi-umat,-ini-arahan-menkop-dalam-rapat-pembentukan-koperasi-perisai-si
Perkuat Ekonomi Umat, Ini Arahan Menkop dalam Rapat Pembentukan Koperasi Perisai SI

Jakarta – Perisai Syarikat Islam (SI) mendirikan koperasi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Organisasi sayap kepemudaan Syarikat Islam ini menggelar rapat pembentukan koperasi pada Senin (6/10/2025) di Kantor Pusat DPP Perisai SI, Jakarta Pusat.

Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Perisai SI, hadir memberikan arahan dan dukungan.

Ferry Juliantono menegaskan pendirian koperasi ini selaras dengan fokus pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Ketua Umum Perisai SI, Aditya Yusma, menyatakan koperasi ini bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga mewujudkan kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.

“Koperasi ini adalah ‘perisai’ yang menjaga perekonomian anggota kami,” ujar Aditya.

Koperasi Perisai SI akan fokus pada sektor pertanian dan pangan,dengan tujuan memperkuat perekonomian dari tingkat akar rumput.

Koperasi ini juga akan mendukung program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis yang menjadi agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Melalui model Koperasi Produsen, Perisai SI berpotensi menjadi pemasok utama bahan pangan bergizi, mulai dari sayuran, telur, hingga makanan siap saji yang bersumber langsung dari anggota dan jaringan petani di daerah.

Aditya Yusma mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk bekerja kolektif, ikhlas, dan profesional, menjaga perekonomian umat dari sektor riil di desa-desa hingga ke sentra-sentra usaha di kota.Koperasi Perisai SI berkomitmen mengembangkan unit-unit usaha produktif dan menjalin kemitraan strategis dengan BUMN dan sektor swasta, membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk anggota.