Tutup
NewsPariwisata

Mahyeldi Pacu Produktivitas Padi, Harga Terjangkau Petani

278
×

Mahyeldi Pacu Produktivitas Padi, Harga Terjangkau Petani

Sebarkan artikel ini
hasilkan-7-ton-padi-per-hektare,-gubernur-mahyeldi-dukung-sawah-pokok-murah
Hasilkan 7 Ton Padi per Hektare, Gubernur Mahyeldi Dukung Sawah Pokok Murah

Solok – Program Sawah Pokok Murah di kabupaten Solok, Sumatera Barat, menuai pujian. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyebut program ini mampu meningkatkan hasil panen padi hingga 7 ton per hektare.

Mahyeldi menilai program ini hemat biaya, ramah lingkungan, dan berhasil meningkatkan produksi hingga 20 persen.

“Pemerintah Provinsi konsisten mengalokasikan 10% anggaran untuk sektor pertanian,” kata mahyeldi saat membuka panen sawah pokok murah di Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Minggu (26/10/2015).

Ia menyebut, 57% masyarakat Sumbar hidup dari sektor pertanian, dengan kontribusi 22% terhadap PDRB.

Mahyeldi menambahkan, semangat Sumbar sejalan dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan nasional.Kementerian Pertanian juga mendukung pengembangan 2.000 hektar lahan kopi di Kabupaten Solok, dengan dukungan dari Pemprov Sumbar.”Tujuan utamanya, meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian,” kata Mahyeldi.

Ia juga mengapresiasi penyuluh pertanian yang membimbing kelompok tani sehingga nilai tukar petani di Sumbar lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Keberadaan Sekolah Lapang Tematik diharapkan menjadi contoh bagi petani lain untuk meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan,” harapnya.

Program sawah pokok murah juga berhasil menekan penggunaan pestisida dan mendorong petani memproduksi pupuk kompos mandiri.

“Dari fakta lapangan, hasil panen meningkat dan konsisten setiap musim. Hal ini jelas mendorong kesejahteraan petani agar mandiri dan berdaya saing,” pungkas Mahyeldi.

Wakil Bupati Solok, Candra, menambahkan bahwa program “Sawah Pokok Murah” berhasil meningkatkan panen dari 4-5 ton menjadi 6-7 ton per hektare.

“Pemkab Solok fokus pada dua sektor utama, pertanian dan pariwisata,” kata Candra.

Target produksi tahun ini mencapai 316.000 ton, dengan 80% hasilnya membantu pasokan pangan daerah sekitar.

“Kabupaten Solok siap menjadi penyedia bahan baku dapur MBG,” tegasnya.