Tutup
News

Dharmasraya Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Serukan Persatuan

172
×

Dharmasraya Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Serukan Persatuan

Sebarkan artikel ini
upacara-sumpah-pemuda-di-dharmasraya-khidmat,-bupati-annisa:-jangan-mudah-dipecah-belah
Upacara Sumpah Pemuda di Dharmasraya Khidmat, Bupati Annisa: Jangan Mudah Dipecah-Belah

Pulau Punjung – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 berlangsung khidmat di dharmasraya, Selasa (28/10/2025). Upacara digelar di halaman kantor Bupati Dharmasraya.Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bertindak sebagai inspektur upacara.Tigor Batubara dipercaya sebagai komandan upacara.

wakil Bupati Leli Arni, anggota DPRD Pasdisata Dt. Kabilangan, unsur forkopimda Dharmasraya, ASN, pelajar, dan perwakilan organisasi kepemudaan turut hadir.

Bupati Annisa membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (menpora) Erick Thohir. Tema yang diusung adalah “pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia bersatu.”

Menpora mengajak generasi muda untuk terus menyalakan semangat persatuan, kerja keras, dan kejujuran. Hal ini sebagai kekuatan bangsa menghadapi tantangan zaman.

“Kita hidup di zaman yang berat, dunia bergerak cepat. Namun kita tidak boleh takut,” kata Erick Thohir dalam sambutannya.

Ia menambahkan, di setiap kampung dan kota masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. “Itulah kekuatan bangsa kita,” tegasnya.

Menpora juga menekankan pentingnya sikap pantang menyerah dan keberanian untuk bermimpi besar. Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Republik indonesia kepada generasi muda.

“Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal. Pemuda bukan pelengkap sejarah, pemuda adalah penentu sejarah berikutnya,” lanjutnya.Usai upacara, Bupati Annisa menyampaikan refleksinya tentang makna Sumpah Pemuda.Ia menegaskan bahwa inti dari Sumpah Pemuda adalah persatuan.

“Dengan persatuan, pembangunan akan berjalan,” ujar Annisa.

Ia mengingatkan agar generasi muda Dharmasraya tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pendapat, terutama yang berasal dari dinamika media sosial.

“Pemuda Dharmasraya harus menjadi bagian dari kekuatan bangsa, menjaga persatuan, dan fokus pada hal-hal yang esensial,” pesannya.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa dan persembahan lagu-lagu perjuangan oleh pelajar Dharmasraya. suasana nasionalisme dan kebanggaan terasa di antara para peserta.