Tutup
PendidikanPerbankan

Wamentan Paparkan Misi MBG, Sasar Sekolah di Palembang

209
×

Wamentan Paparkan Misi MBG, Sasar Sekolah di Palembang

Sebarkan artikel ini
wamentan-paparkan-misi-rahasia-mbg-saat-kunjungi-sdn-238-palembang
Wamentan Paparkan Misi Rahasia MBG saat Kunjungi SDN 238 Palembang

Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar memberikan makanan kepada anak sekolah. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui penguatan rantai pasok pangan.

Sudaryono menyampaikan hal ini dalam keterangan tertulis,Rabu (29/10). Ia menekankan bahwa di balik setiap porsi makanan bergizi, terdapat petani sayur, peternak ayam, dan pengusaha kecil di desa yang turut berperan.

Manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga oleh para petani yang memasok bahan pangan.

Saat meninjau pelaksanaan program MBG di SDN 238 palembang, Sumatera Selatan, Sudaryono menjelaskan bahwa MBG dirancang untuk memberikan manfaat ganda.

Selain memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, program ini juga melibatkan petani, pelaku UMKM, dan penyedia bahan pangan lokal.

Dengan demikian, kebutuhan pangan sekolah dapat mendorong perputaran ekonomi di sekitar wilayah pelaksanaan.

Sudaryono menambahkan bahwa MBG merupakan bentuk pemerataan gizi yang inklusif. Setiap anak, baik dari keluarga mampu maupun kurang mampu, memiliki hak yang sama untuk memperoleh asupan bergizi seimbang.

“Pemerintah ingin memastikan setiap anak Indonesia mendapat asupan gizi minimum yang cukup agar bisa belajar dengan baik,” tutur Sudaryono.

Dalam kesempatan tersebut, sudaryono juga berinteraksi dengan para siswa tentang menu yang mereka makan. Ia mengamati respons positif anak-anak terhadap makanan yang disajikan.

para siswa terlihat senang dan menghabiskan makanan yang disajikan. Bahkan, ada siswa yang awalnya enggan makan sayur namun akhirnya mencoba setelah melihat teman-temannya.

Sudaryono menegaskan bahwa MBG bukan hanya program makan gratis, melainkan bagian dari upaya membangun kebiasaan makan bergizi dan hidup sehat sejak dini.

Pemerintah juga memastikan mutu dan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaannya.Setiap makanan yang disajikan telah melalui proses uji kelayakan dan kebersihan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Pemerintah tidak menolerir adanya makanan yang rusak atau tidak higienis,” tegasnya.

“Target kita adalah zero defect, semua harus aman, bergizi, dan layak dikonsumsi anak-anak,” imbuh Sudaryono.

Ia berharap melalui pengawasan yang ketat dan keterlibatan berbagai pihak, program MBG bisa terus berjalan optimal. Tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang memberi manfaat langsung ke masyarakat.

Sudaryono mengakui bahwa hasil dari program tersebut tidak dapat terlihat secara instan. Manfaat gizi yang diberikan saat ini baru akan tampak dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan, ketika anak-anak tumbuh menjadi remaja yang sehat dan produktif.

Oleh karena itu, program ini harus dipandang sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Sudaryono mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, guru, dan pelaku usaha pangan, untuk terus mendukung keberlanjutan program MBG.

“Kita tidak boleh jadi bagian dari masalah, tapi bagian dari solusi,” pungkasnya.

“kalau ada kendala,kita perbaiki bersama,” tutup Sudaryono.