Tutup
News

Konferensi Internasional Pacu Sumbar Jadi Pusat Wakaf Nasional

193
×

Konferensi Internasional Pacu Sumbar Jadi Pusat Wakaf Nasional

Sebarkan artikel ini
konferensi-wakaf-internasional-2025-resmi-ditutup,-mahyeldi-tegaskan-sumbar-siap-jadi-episentrum-gerakan-wakaf-nasional
Konferensi Wakaf Internasional 2025 Resmi Ditutup, Mahyeldi Tegaskan Sumbar Siap Jadi Episentrum Gerakan Wakaf Nasional

Padang – Konferensi Wakaf Internasional 2025 resmi ditutup di Hotel Truntum, Padang, Minggu (16/11/2025). Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, hadir langsung menutup acara tersebut.

Mahyeldi menegaskan kesiapan Sumatera Barat menjadi pusat gerakan wakaf di Indonesia. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam konferensi tersebut.

Menurut Mahyeldi, konferensi ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi langkah nyata untuk memperkuat tata kelola dan ekosistem wakaf produktif.

“Selama dua hari ini, kita telah menyaksikan berbagai gagasan dan pengalaman luar biasa dari para pembicara,” ujarnya.

Ia menambahkan, wakaf bukan hanya ibadah sosial, tetapi juga instrumen ekonomi yang mampu menjawab tantangan zaman.Tema “Wakaf untuk Pembangunan Berkelanjutan” dinilai sangat relevan dengan kebutuhan nasional, terutama dalam memperkuat pembiayaan publik, memperluas manfaat sosial, dan menciptakan ketahanan ekonomi umat.

Mahyeldi mendorong kolaborasi antara pemerintah,lembaga keuangan syariah,pesantren,dan masyarakat untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat.

Sumbar akan terus mengembangkan inisiatif wakaf produktif melalui program wakaf pesantren, wakaf pertanian dan pangan, Wakaf ASN, serta penguatan wakaf digital bersama bank Nagari Syariah dan BWI.

Ia berharap rekomendasi dari forum ini dapat diimplementasikan secara nyata. “Kita ingin wakaf menjadi energi perubahan, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini. gontor siap mendukung berbagai inisiatif wakaf di sumbar karena kedekatan historis dengan masyarakat setempat.

Wakil Ketua Badan Wakaf indonesia (BWI), Tatang Astarudin, menyatakan konferensi ini menjadi tonggak penting kebangkitan wakaf nasional, apalagi bertepatan dengan 100 tahun Pondok Pesantren Gontor.

Wakaf memiliki potensi besar untuk mengatasi berbagai persoalan kebangsaan dan memperkuat solidaritas umat.

Konferensi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar, mempercepat inovasi, dan memperkuat wakaf berkelanjutan di Indonesia.