Tutup
EkonomiNews

Sarjana Beradaptasi, AI Berkembang: Peluang Baru Tercipta?

242
×

Sarjana Beradaptasi, AI Berkembang: Peluang Baru Tercipta?

Sebarkan artikel ini
25-persen-pengangguran-kini-lulusan-sarjana,-perusahaan-besar-pilih-ai-ketimbang-rekrut-fresh-graduate
25 Persen Pengangguran Kini Lulusan Sarjana, Perusahaan Besar Pilih AI Ketimbang Rekrut Fresh Graduate

Jakarta – Lulusan sarjana di Indonesia kini menghadapi tantangan berat di pasar kerja tahun 2025. Prospek karier yang dulu dianggap cerah, kini tertekan oleh berbagai faktor.

Sektor pekerjaan kerah putih yang melemah menjadi salah satu penyebab utama. Kondisi ini terjadi di tengah upaya global memperkuat stabilitas ekonomi.

Otomatisasi dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin meluas memperparah situasi. Banyak industri kini mengandalkan teknologi untuk efisiensi.

Gelombang PHK massal di perusahaan teknologi, ritel, dan layanan korporasi semakin memperburuk keadaan. Lulusan baru dan berpengalaman kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai.

Data terbaru menunjukkan peningkatan pengangguran di kalangan sarjana.Bureau of Labor Statistics (BLS) mencatat, 25 persen pengangguran adalah pemegang gelar sarjana. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dimulai.

Tingkat pengangguran sarjana naik menjadi 2,8 persen pada September,meningkat setengah poin persentase dari tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat pengangguran pada kelompok pendidikan lain практически tidak berubah.

Lebih dari 1,9 juta warga berusia 25 tahun ke atas dengan gelar sarjana menganggur. Angka ini setara dengan 1 dari 4 total pengangguran. Sebelum 2025, angka ini tidak pernah mencapai level setinggi itu sejak 1992.

Lulusan baru juga merasakan dampaknya. Pasar kerja entry-level semakin sulit ditembus. PHK besar-besaran dari korporasi ternama seperti Amazon, Target, dan Starbucks memperparah situasi.

Laporan dari Challenger, Gray & Christmas menunjukkan pengumuman PHK pada bulan lalu menjadi yang tertinggi untuk periode Oktober dalam lebih dari 20 tahun. Hal ini didorong oleh rencana perusahaan mengganti lebih banyak posisi dengan teknologi AI.

Verizon Communications juga mengumumkan pemangkasan lebih dari 13.000 karyawan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengurangi tenaga kerja nonserikat hingga 20 persen.

Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, menyoroti beratnya situasi yang dihadapi lulusan baru. “Biasanya lulusan perguruan tinggi langsung diserap masuk pasar kerja saat mereka lulus, dan tahun ini hal itu tidak banyak terjadi,” ujarnya, seperti dikutip dari The Japan Times.

BLS juga mengungkap hanya dua sektor yang mendorong pertumbuhan pekerjaan sepanjang 2025, yaitu kesehatan dan bantuan sosial serta leisure dan hospitality. Kedua sektor ini menambah 690.000 posisi. Jika kedua sektor ini dikeluarkan, total lapangan kerja nasional justru menurun sekitar 6.000 posisi.

Lowongan kerja untuk desain sistem komputer, konsultasi manajemen, hingga riset ilmiah juga mengalami penurunan jumlah tenaga kerja sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.