Tutup
Perbankan

PHE Gelar 831 Program CSR di Seluruh Indonesia 2025

314
×

PHE Gelar 831 Program CSR di Seluruh Indonesia 2025

Sebarkan artikel ini
sepanjang-2025,-phe-gelar-831-csr-se-indonesia
Sepanjang 2025, PHE Gelar 831 CSR se-Indonesia

Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) tidak hanya fokus pada produksi inti sebagai subholding PT Pertamina (Persero), tetapi juga memperkuat strategi sosial sebagai perusahaan yang berdampingan dengan masyarakat. sepanjang 2025, PHE memiliki 831 Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM/CSR) di Indonesia, mencakup sektor pendidikan, lingkungan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, hingga penanganan bencana alam. Fitri Erika, Senior Manager External Dialog and Stakeholder Relations PHE, mengatakan jumlah tersebut meliputi program-program yang didampingi dan ditinjau selama lima tahun di tiap daerah, dengan peluang direduplikasi jika program itu sukses. Dari 831 program itu, ada 60 yang terkait ketahanan pangan. Setiap PPM yang diterapkan di suatu daerah didampingi dan ditinjau selama lima tahun, dan jika berhasil, peluang program tersebut direplikasi untuk diterapkan di daerah lain.

Program konservasi burung hantu untuk membantu petani Banggai juga telah diterapkan di daerah lain,dengan contoh suksesnya adalah konservasi predator alami untuk mengatasi hama tikus di pertanian Kepulauan Banggai,Sulawesi Tengah. “Termasuk juga direduplikasi di Pulau Jawa,” ujar Fitri saat berbincang dengan wartawan usai konferensi pers. Pada kesempatan itu, Fitri menjelaskan saat petani masih menggunakan aliran listrik untuk mengusir hama tikus, seringkali justru tersetrum. Dari situ muncul ide memanfaatkan predator alami untuk mengatasi hama tikus, yaitu burung hantu endemik Kepulauan Banggai, Serak Sulawesi (Tyto rosenbergii).

“Kami bersama-sama petani berdiskusi apa yang bisa dilakukan, akhirnya kita menyiapkan burung hantu—jadi ada namanya spesies Serak sulawesi.Kami melakukan konservasi dan menyediakan rumah burung hantu. Dan masalah tikus itu pun terjawab,” kata Fitri. Salah satu kandang untuk burung hantu Serak Sulawesi tersebut menjadi bagian Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PHE untuk mengusir hama tikus di sawah Banggai, Sulawesi Tengah. Ternyata, burung hantu itu tidak hanya berfungsi sebagai pengusir hama tikus, tetapi juga menjadi daya tarik wisata edukasi konservasi Serak Sulawesi di wilayah tersebut.

“Kami juga melakukan edukasi terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar, dan itu menjadi satu daerah objek wisata untuk melihat edukasi terkait burung hantu Serak Sulawesi,” ujar fitri. Serak Sulawesi adalah burung hantu endemik di Sulawesi, juga ditemukan di Kepulauan Sangihe. Burung hantu ini besar dengan cakram wajah dan mahkota abu-abu, tubuh atas dan sayap merah karat dengan pola gelap yang menyebar, dan lebih menyukai daerah terbuka seperti lahan pertanian, perkebunan, dan tepi hutan.

Bantuan bencana juga menjadi bagian dari komitmen PHE. Fitri menjelaskan pihaknya turut menurunkan alat, relawan, serta mengirim bantuan logistik untuk membantu bencana hidrometeorologi banjir bandang dan longsor di Sumatera. PHE memiliki fasilitas di sekitar lokasi bencana seperti di Pangkalan Susu dan Aceh Tamiang. Saat bencana terjadi dan akses komunikasi maupun transportasi terputus, pengiriman bantuan dilakukan dengan berkoordinasi dengan SKK Migas, serta dengan kontraktor-kontraktor di wilayah terdampak agar bantuan bisa diterima lebih cepat. Sampai saat ini,posko tersentralisasi di Medan masih ada untuk penanganan wilayah Sumatera Utara dan Aceh,sementara di Sumatera Barat (Sumbar) kita koordinasikan dengan BNPB.