Jakarta – Libur panjang yang menggabungkan Hari Raya Iduladha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila memicu gelombang pergerakan masyarakat yang masif. Lonjakan mobilitas ini terpantau padat di jalur tol serta meningkatkan permintaan tiket kereta api maupun Kereta Cepat Whoosh secara signifikan.
Untuk mengurai kepadatan arus kendaraan menuju arah Timur Pulau Jawa, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow. Kebijakan ini diterapkan di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya mulai KM 55 hingga KM 65 ke arah Cikampek sejak Sabtu (30/5) pukul 09.43 WIB.
Vice President Corporate Secretary and Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa langkah tersebut bersifat situasional sesuai diskresi kepolisian. Pihaknya mengimbau pengendara agar memastikan kesiapan kendaraan, kecukupan saldo uang elektronik, serta disiplin mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan.
Antusiasme masyarakat untuk bepergian juga terlihat dari tingginya angka penjualan tiket PT Kereta Api Indonesia (Persero). Hingga Sabtu (30/5) pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 1.215.456 tiket telah terjual untuk periode perjalanan 26 Mei hingga 1 Juni 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menilai tren ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel terus menguat. “Kereta api menjadi pilihan utama karena kemudahan akses, waktu tempuh yang terukur, serta kenyamanan selama perjalanan,” ujar Anne.
Berdasarkan data KAI, Stasiun Pasar Senen menjadi titik keberangkatan terpadat dengan 84.578 penumpang, diikuti Stasiun Gambir dan Yogyakarta. Selain itu, stasiun besar lainnya seperti Bandung, Surabaya Gubeng, serta Solo Balapan juga mengalami lonjakan volume penumpang yang cukup tinggi pada periode libur ini.
Layanan Kereta Cepat Whoosh pun mencatat kenaikan serupa dengan penjualan mencapai 12 ribu tiket hingga Sabtu pagi. Proyeksi penumpang hingga akhir hari mencapai 20 ribu orang, atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan hari biasa.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengungkapkan bahwa okupansi keberangkatan dari Stasiun Halim untuk jadwal pagi hingga siang telah menembus angka di atas 80 persen. Sebagian besar penumpang memanfaatkan moda ini untuk perjalanan liburan dari Jakarta menuju Bandung.
Demi kenyamanan bersama, KCIC memastikan fasilitas pendukung seperti stop kontak tetap tersedia di stasiun maupun rangkaian kereta. Eva juga mengajak para penumpang untuk bijak dalam menggunakan fasilitas pengisian daya perangkat elektronik serta senantiasa menjaga kebersihan fasilitas umum.







