Paris – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi meluncurkan France-Indonesia High Level Business Council di sela kunjungan kenegaraan di Paris, Kamis (28/5). Langkah ini langsung membuahkan hasil dengan penandatanganan empat kesepakatan komersial senilai US$3,5 miliar atau sekitar Rp62,38 triliun.
Kerja sama tersebut menyasar sektor-sektor strategis, yakni pertahanan, perdagangan, dan ketahanan energi. Peresmian dewan bisnis ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo yang dijadwalkan berakhir pada Sabtu (30/5).
Dewan ini nantinya akan dinakhodai bersama oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie serta CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique. Sebanyak 30 pimpinan perusahaan raksasa dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar mencapai US$1,3 triliun atau setara Rp23.170,74 triliun tercatat terlibat dalam forum tersebut.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar wadah dialog formal. Menurut Rosan, dewan bisnis ini berfungsi sebagai mesin penggerak untuk mempercepat investasi serta kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi Indonesia dan Prancis.
Rosan menjelaskan, pembentukan dewan ini merupakan langkah taktis untuk mengawal realisasi komitmen investasi yang sebelumnya telah disepakati. Pihaknya kini fokus mengidentifikasi hambatan di lapangan guna mempercepat tindak lanjut atas 27 nota kesepahaman (MoU) senilai lebih dari US$11 miliar yang diteken pada Mei 2025 lalu.
Pemerintah menargetkan kehadiran forum ini mampu mendongkrak nilai perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada 2035. Selain meluncurkan dewan bisnis, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Macron di Istana Elysee untuk membahas penguatan hubungan ekonomi jangka panjang.







