Tutup
Perbankan

PU Bangun Sumur Bor di 48 Titik Aceh Tamiang: Atasi Krisis Air?

279
×

PU Bangun Sumur Bor di 48 Titik Aceh Tamiang: Atasi Krisis Air?

Sebarkan artikel ini

Aceh Tamiang – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggencarkan pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dampak banjir Sumatera dan untuk memastikan ketersediaan air bersih berkelanjutan bagi masyarakat.

Secara bertahap, Kementerian PU akan membangun fasilitas bor air yang dilengkapi sarana sanitasi, meliputi mandi, cuci, dan kakus (MCK) di 48 titik lokasi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, saat mengunjungi Aceh Tamiang pada Rabu, 24 Desember 2025, menyatakan bahwa fokus pemerintah setelah penanganan jalan dan jembatan adalah pemenuhan kebutuhan air bersih.

Pengeboran sumur akan diprioritaskan pada sumber air dalam. Hal ini mempertimbangkan kondisi tanah pascabanjir yang mempersulit pencarian sumber air dangkal (di bawah 100 meter).

Pembangunan sumur bor akan berjalan beriringan dengan perbaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang rusak. TNI dan kepolisian akan dilibatkan dalam kedua pekerjaan ini.

“Kami kombinasikan perbaikan SPAM yang rusak dengan pengeboran sumber air dalam, supaya air yang keluar benar-benar bisa menjadi air bersih bagi masyarakat,” ujar Dody Hanggodo.

Sebelumnya, Kementerian PU telah membangun sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi di Aceh Tamiang, termasuk 27 unit tangki air bersih khusus dengan kapasitas 1.000 liter dan 2.000 liter. Tangki-tangki ini tersebar di berbagai kecamatan dan diisi dua kali sehari untuk menjamin ketersediaan air.

Untuk sanitasi, 13 unit toilet portabel dan 10 set toilet knockdown telah dipasang di lokasi hunian umum. Seluruh fasilitas sanitasi dilengkapi dengan satu unit truk tinja yang beroperasi untuk penyedotan tinja, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Kementerian PU juga mengirimkan tambahan sarana dan prasarana dari Jakarta melalui Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Belawan, Medan, menuju Aceh Tamiang menggunakan Kapal Ostina.

Bantuan yang dikirimkan meliputi dua unit IPA Mobile Setta, satu unit mobil double cabin, satu unit mobil sedot tinja, 40 unit HU berkapasitas 2.000 liter, delapan unit tenda, 20 unit velbed, 10 unit toilet portable, dan 10 unit mobil tangki air.