Tutup
Regulasi

Saham BUMI: Update Kepemilikan Terbaru Grup Salim

652
×

Saham BUMI: Update Kepemilikan Terbaru Grup Salim

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Grup Salim masih menggenggam kepemilikan saham jumbo di emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) hingga akhir tahun 2025.

Saham BUMI langsung melesat di hari pertama perdagangan tahun 2026. Harga per lembar sahamnya naik 14,75% menjadi Rp420 dalam satu hari.

Kenaikan ini membuat saham BUMI melonjak 238,71% selama setahun terakhir.

Grup Salim memiliki saham BUMI melalui beberapa entitas. Pertama, Mach Energy (Hong Kong) Limited, perusahaan yang dikendalikan bersama oleh Grup Bakrie dan Grup Salim.

Data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Desember 2025 menunjukkan Mach Energy memegang 45,78% saham BUMI atau setara dengan 170 miliar lembar saham.

Kedua, Treasure Global Investments Limited, entitas yang dikendalikan oleh Grup Salim, tercatat memiliki 8,08% atau 30 miliar lembar saham.

Sebelumnya, BUMI dinilai berpeluang besar masuk ke MSCI Indonesia Global Standard Index pada periode Februari 2026. Anak usaha BUMI, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), sudah masuk dalam indeks tersebut.

BRMS resmi menjadi bagian dari indeks global setelah tinjauan berkala November 2025 diumumkan oleh MSCI pada Rabu, 5 November 2025. BUMI sendiri tetap menjadi konstituen MSCI Indonesia Small Cap Index, selain menjadi anggota Investable Market Indexes (IMI) MSCI.

MSCI melakukan peninjauan dan penyesuaian konstituen indeks sebanyak empat kali setahun, yaitu pada Februari, Mei, Agustus, dan November. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kelayakan suatu saham untuk masuk atau keluar dari indeks MSCI.

Analis Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, dalam laporan pada Kamis (11/12/2025) memperkirakan BUMI memiliki peluang besar untuk dimasukkan ke dalam indeks MSCI Standard Cap pada peninjauan Februari 2026.

Menurut mereka, harga saham emiten yang terafiliasi Grup Bakrie dan Grup Salim ini telah melampaui ambang batas minimum sebesar Rp315.

Lonjakan harga saham BUMI dalam sebulan terakhir juga dinilai masih sesuai dengan ketentuan MSCI terkait ambang batas kenaikan harga saham ekstrem.

“Kecuali jika harga saham BUMI melampaui Rp700 per saham pada akhir Januari 2026 (periode peninjauan),” jelas mereka.

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.*