Tutup
IndustriNewsRegulasiUKM

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Sumatra Barat: Potret Tahun 2022 dan Proyeksi Tahun 2023

671
×

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Sumatra Barat: Potret Tahun 2022 dan Proyeksi Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Barat. Foto: Internet

Padang – Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Provinsi Sumatra Barat akan tumbuh sebesar 5 persen (year on year/yoy) pada tahun 2023.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Wahyu Purnama A, mengatakan bahwa pada tahun 2023, kondisi ekonomi di Sumatra Barat diperkirakan akan kembali normal dan dampak dari pandemi Covid-19 akan hilang. Oleh karena itu, mobilitas dan aktivitas masyarakat baik domestik maupun internasional diperkirakan akan membaik.

Menyadari peluang ini, Bank Indonesia menyiapkan program Visit Beautiful West Sumatra 2023 sebagai lokomotif ekonomi di tahun yang akan datang.

Wahyu mengatakan bahwa pariwisata dan UMKM merupakan sektor andalan perekonomian Sumatra Barat selain hasil pertanian dan perkebunan. Terlebih lagi, dampak dari pandemi Covid-19 seolah memberikan semangat baru bagi daerah untuk tumbuh. Hal ini terbukti dengan munculnya banyak destinasi wisata baru di sejumlah desa di Sumatra Barat. “Diharapkan kunjungan wisatawan pada tahun 2023 akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat,” katanya

Menurut data Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat pada tahun 2019 mencapai 5,01 persen. Namun pada tahun 2020, ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan bahkan menyebabkan penerapan lockdown, ekonomi Sumatra Barat turun menjadi 2 persen.

Pada tahun 2021, meskipun perekonomian Sumatra Barat membaik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi masih mencapai angka 3,29 persen dan jauh dari harapan dibandingkan pada tahun 2019.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat pada tahun 2022 ini akan berada di kisaran 4,0 persen – 4,8 persen yoy. “Pertumbuhan ini didorong oleh sektor pariwisata yang semakin meningkat, baik dari sisi wisatawan domestik maupun mancanegara,” tambahnya

Namun, ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah, seperti meningkatnya ketegangan dan ketidakpastian global yang menahan permintaan komoditas, serta risiko terhambatnya kegiatan investasi baik pada proyek pemerintah maupun swasta di tengah ketidakpastian global tersebut.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) akhirnya memutuskan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kali ini pihaknya menjadwalkan RUPSLB pada Selasa, 23 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Jadwal tersebut mundur dari rencana semula pada tanggal 11 Juni 2026. RUPSLB ini akan membahas rencana MDKA yang akan melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…