InvestasiPerbankanRegulasi

Investor Asing Mendesak, Ambang Batas Lapor Saham Diturunkan

387
×

Investor Asing Mendesak, Ambang Batas Lapor Saham Diturunkan

Sebarkan artikel ini
investor-asing-ingin-ambang-lapor-kepemilikan-saham-turun-ke-1-persen
Investor Asing Ingin Ambang Lapor Kepemilikan Saham Turun ke 1 Persen

Jakarta – Investor asing mendesak Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan ambang batas pelaporan kepemilikan saham menjadi 1 persen.Usulan ini disampaikan langsung kepada CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani.

Saat ini, BEI mewajibkan investor membuka informasi jika memiliki saham di atas 5 persen. Investor asing menilai ambang batas ini terlalu tinggi dan berpotensi menciptakan harga saham yang tidak wajar.

“Kalau sekarang kan yang perlu dibuka investornya itu kalau di atas 5 persen, nah mereka bilang kalau bisa itu diturunkan tidak hanya dibatas 5 persen, karena di beberapa negara seperti India 1 persen, yang lain 2 persen,” kata rosan di Bursa Efek Indonesia, Minggu (1/2).

Rosan menjelaskan, ambang batas yang lebih rendah akan mempersulit aksi manipulasi harga saham.

“Karena aksi untuk penciptaan harga yang semu akan menjadi sangat-sangat sulit, karena investornya akan terbuka,” imbuhnya.

Masukan ini telah disampaikan kepada BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, investor asing juga mengapresiasi rencana kenaikan ketentuan free float minimum emiten dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Sebagai informasi, free float adalah jumlah saham perusahaan yang aktif diperdagangkan publik dan tidak “dikunci” oleh pemegang saham besar. Semakin besar persentase free float, semakin likuid saham tersebut dan pergerakan harganya lebih stabil.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi korporasi akan lebih selektif setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan, di pasar obligasi, kenaikan suku bunga kebijakan biasanya menekan harga obligasi lama dan mendorong yield naik. Bagi emiten, kondisi ini berarti biaya penerbitan baru menjadi lebih mahal. Emiten yang tidak memiliki…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Emiten poultry, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) mengumumkan akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 115,99 miliar. Ini artinya setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 52 per saham. Dividen tersebut dibagikan kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham peruusahaan sebanyak 2.230.497.500 saham. Saham MAIN hingga pukul 14.54 WIB pada Selasa (2/6/2026), turun 2,41% di…