Jakarta – ZTE Corporation, perusahaan teknologi asal China, berkolaborasi dengan MyRepublic Indonesia untuk meluncurkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) bernama MyRepublic Air.
Kemitraan strategis ini diwujudkan melalui “Project Ascend”.
Layanan MyRepublic Air akan memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz yang diperoleh MyRepublic Indonesia melalui lelang Kementerian Komunikasi dan Digital (kemkomdigi).
MyRepublic Indonesia sendiri merupakan penyedia layanan fiber broadband dan pay-TV yang beroperasi di bawah PT Eka Mas Republik, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.
Rencananya, layanan MyRepublic Air akan menjangkau wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
Tujuannya adalah mendukung konektivitas inklusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Chief technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, menekankan pentingnya akses internet yang andal untuk mendukung berbagai sektor.
Sektor tersebut meliputi pendidikan, layanan keuangan, kesehatan, UMKM, dan layanan publik lainnya.
“Broadband bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan infrastruktur esensial untuk mendukung peluang ekonomi, pendidikan, dan inklusi sosial,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
ZTE akan menyediakan solusi jaringan end-to-end, termasuk Radio Access Network (RAN), Customer Premises Equipment (CPE), jaringan inti (core network), wireless backhaul, dan sistem kelistrikan.
Direktur Utama ZTE Indonesia, Richard Liang, berharap kemitraan ini dapat menciptakan ekosistem broadband yang lebih tangguh dan inklusif.
“Kemitraan ini diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem broadband yang lebih tangguh dan inklusif, mendorong pertumbuhan digital yang berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pelaku usaha di berbagai wilayah,” kata Richard Liang.







