Tutup
Teknologi

Zentara Peroleh Sertifikasi Internasional Tata Kelola Kecerdasan Buatan

66
×

Zentara Peroleh Sertifikasi Internasional Tata Kelola Kecerdasan Buatan

Sebarkan artikel ini
perusahaan-keamanan-siber-indonesia-ini-berhasil-tembus-standar-elit-global
Perusahaan Keamanan Siber Indonesia Ini Berhasil Tembus Standar Elit Global

Jakarta – Zentara Technologies resmi mencatatkan diri sebagai salah satu pelopor tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab di tingkat global. Perusahaan ini sukses meraih sertifikasi internasional ISO/IEC 42001:2023 untuk Sistem Manajemen Artificial Intelligence (AIMS) dari Prescient Security pada 27 April 2026.

Kepala Eksekutif Zentara Technologies, Regal Rauniyar Star, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak sejarah penting bagi industri teknologi Tanah Air. Menurutnya, Zentara kini menjadi perusahaan keamanan siber pertama di Indonesia sekaligus salah satu penyedia teknologi perdana di dunia yang mengantongi sertifikat tersebut.

Cakupan audit sertifikasi ini terbilang komprehensif, meliputi seluruh operasional di Zentara Technologies dan Zentara Labs. Infrastruktur yang tersertifikasi mencakup komponen AI pada platform SIEM (ZX), sistem penilaian kerentanan AI (AVAS), hingga layanan berbasis cloud di AWS dan Google Cloud Platform.

Keberhasilan ini didukung oleh keterlibatan lintas departemen, mulai dari Cybersecurity, IT Support, Compliance, hingga bagian Legal dan HR. Sebelumnya, Zentara telah memiliki sertifikasi ISO/IEC 27001, sehingga kini mereka menjadi entitas langka di kawasan yang mengintegrasikan dua standar internasional untuk keamanan informasi sekaligus tata kelola AI.

ISO/IEC 42001 sendiri merupakan standar global pertama yang menerapkan kontrol ketat pada seluruh siklus hidup AI. Aturan ini mengatur aspek krusial seperti tata kelola data, pengembangan model, pemantauan sistem, hingga penanganan insiden serta prosedur penghentian operasional teknologi.

Proses audit yang dilalui perusahaan berlangsung melalui dua tahap ketat. Pihak auditor tidak hanya melakukan verifikasi dokumen, tetapi juga menuntut bukti konkret terkait implementasi kebijakan kecerdasan buatan di lapangan.

Sertifikasi ini memberikan jaminan independen bagi pelanggan, terutama di sektor dengan regulasi ketat, terkait manajemen risiko dan akuntabilitas. Hal ini dinilai semakin krusial seiring dengan kebutuhan kepatuhan terhadap EU AI Act dan kerangka regulasi AI yang tengah dikembangkan di Indonesia.

Selain itu, standar ini memiliki keterkaitan dengan kerangka pengujian tata kelola AI Verify milik Singapura yang dikembangkan IMDA. Dengan kepemilikan sertifikat ini, organisasi memiliki jalur yang diakui secara internasional untuk memenuhi ekspektasi tata kelola AI global.