Jakarta – Momen ramadan identik dengan buka puasa bersama (bukber).Namun, ajakan bukber sering kali menambah pengeluaran bulanan. Bagaimana mengatur anggaran bukber agar tidak membuat kantong jebol?
Tradisi bukber sering dianggap sebagai ajang silaturahmi. Tak jarang, masyarakat merasa sungkan menolak undangan, meski kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan.
Berikut tips alokasi anggaran bukber Ramadan agar keuangan tetap aman:
- Prioritaskan Kebutuhan Utama
Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andi Nugroho, menyarankan untuk memastikan kebutuhan penting terpenuhi terlebih dahulu.
Jika ada sisa dana, barulah bisa dialokasikan untuk bukber.
“Namun bila pengeluaran-pengeluaran lain yang bersifat penting dan wajib belum terpenuhi, maka akan lebih bijak bila kita alokasikan maksimal 10 persen dari penghasilan untuk semua bukber yang ada di jadwal kita,” kata Andi.
- Selektif memilih Undangan Bukber
Jika anggaran terbatas, seleksi undangan bukber menjadi kunci.
“Sebaiknya lakukan seleksi mana undangan yang sekiranya benar-benar perlu kita hadiri dan mana yang masih bisa di-skip,” terang Andi.
- Alihkan Dana Makan Siang
Perencana Keuangan One Shild Consulting, Agustina Fitria, menyarankan untuk mengalihkan dana makan siang saat berpuasa untuk bukber.
“Maka uang jatah makan siang itu bisa disimpan dan digunakan untuk buka puasa bersama. Jadi tidak perlu ada pos pengeluaran khusus,” ujar Agustina.
- Hindari Utang!
Agustina menegaskan pentingnya menghindari penggunaan dana utang untuk bukber.
“Yang perlu dicatat adalah jangan menggunakan utang, seperti paylater, kartu kredit, pinjaman online, dan lain-lain untuk bukber.menjual aset untuk bukber juga tidak bijak, karena bukber hanya sesaat. Tidak sepadan dengan usaha untuk mendapatkan asetnya,” tegas Agustina.







