Tutup
BisnisEkonomiPerbankan

UMKM Jakarta Genjot Penjualan Parsel, Lebaran Makin Berkah

133
×

UMKM Jakarta Genjot Penjualan Parsel, Lebaran Makin Berkah

Sebarkan artikel ini
menengguk-manisnya-cuan-dari-keranjang-parsel-lebaran
Menengguk Manisnya Cuan dari Keranjang Parsel Lebaran

Jakarta – Bisnis parsel Lebaran diprediksi tetap moncer tahun ini. Penjual di Cikini, Jakarta Pusat, bahkan optimistis omzetnya naik 20-30 persen dibanding tahun lalu.Tradisi kirim parsel saat Idulfitri memang jadi simbol berbagi dan silaturahmi. Peluang ini dimanfaatkan UMKM dan pebisnis rumahan untuk meraup untung.Pia, penjual parsel di Cikini, sudah berjualan sejak 1980-an. Ia menawarkan parsel dengan harga mulai Rp150 ribu hingga Rp400 ribu, berisi makanan dan minuman ringan.”Masih aman (penjualan), kayak tiap tahun juga aman. Semoga bisa naik 20 sampai 30 persen dibanding tahun lalu,” kata Pia.

Pia membagikan tips memulai bisnis parsel. Menurutnya, lokasi, modal, dan supplier adalah kunci utama. Modal awal yang dibutuhkan berkisar antara Rp40 juta hingga Rp50 juta.

Lonjakan penjualan biasanya terjadi 10 hari menjelang Lebaran.

Sementara itu, Arfia, pebisnis cookies rumahan, memproyeksikan penjualan hampers lebaran tahun ini meningkat hingga 50 persen.

Strategi pemasaran di media sosial menjadi kunci pendorongnya.

“Untuk tahun ini karena aku lagi FYP (For Your Page) TikTok dan Threads, jadi penjualan ku naik,” ujar Arfia.

Arfia baru terjun ke bisnis hampers tahun lalu, dengan modal awal sekitar Rp15 juta. Harga hampers yang ditawarkan mulai dari Rp60 ribu sampai Rp265 ribu.Ia menekankan pentingnya menentukan target pasar. arfia menargetkan generasi Z (Gen Z) dan membuat konten yang sesuai dengan selera mereka.

Selain itu, Arfia juga memanfaatkan tren choco coin yang sedang populer di dunia perbakingan. Ia menawarkan cookies choco coin yang ternyata diterima pasar dengan baik.

Tips dari Arfia untuk memulai bisnis parsel adalah konsisten dan menerima prosesnya. “Jualan lah sesuai passion dan hati kamu,” pungkasnya.