Jakarta – Motorola kembali meramaikan pasar ponsel lipat Indonesia dengan meluncurkan Razr 60 pada Jumat (27/2/2026). Ponsel ini diklaim sebagai yang pertama di dunia yang memungkinkan pengguna merekam video hanya dengan gestur tangan.Bagus Prasetyo, Country Head Motorola Indonesia, menjelaskan bahwa razr 60 hadir dengan desain clamshell yang ikonik dan pilihan warna Pantone yang menarik.”Ini bukan sekadar nostalgia, tetapi sebuah lompatan besar dalam performa dan durabilitas,” tegasnya.Razr 60 hadir dalam tiga pilihan warna: PANTONE Gibraltar Sea, PANTONE Spring Bud, dan PANTONE Parfait Pink.
Ponsel ini juga diklaim sebagai ponsel lipat pertama yang mendapatkan sertifikasi pantone Validated dan Pantone SkinTone Validated.
Dari segi ketahanan, engsel Razr 60 dilapisi titanium dan telah lulus sertifikasi SGS untuk lebih dari 500 ribu kali lipatan.
Engsel floating hinge memberikan pengalaman melipat yang lebih halus dengan desain minim celah.
Selain itu, Razr 60 juga mengantongi sertifikat IP48 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Layar eksternalnya dilindungi oleh Corning Gorilla Glass Victus.
Layar utama Razr 60 menggunakan panel pOLED LTPO berukuran 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits, serta dukungan HDR10+.
Layar luar pOLED berukuran 3,6 inci diklaim sebagai yang terbesar di kelasnya dan juga dilapisi Gorilla Glass Victus.
Salah satu fitur unggulan Razr 60 adalah inovasi kamera dengan fitur perekaman video berbasis gestur.
Dengan fitur Air Gesture,pengguna dapat memulai hitung mundur dengan telapak tangan terbuka,menjeda dengan kepalan tangan,dan menghentikan perekaman dengan gerakan menunjuk.
Untuk audio, Razr 60 dilengkapi speaker stereo Dolby Atmos dengan Spatial sound.
dari segi fotografi, Razr 60 dibekali kamera utama 50MP dengan OIS dan instant All-Pixel Focus, dipadukan dengan lensa ultrawide 13MP yang mendukung Macro Vision hingga jarak 2,5 cm.
Kamera depan autofocus 32MP dengan teknologi Quad Pixel hadir untuk menghasilkan swafoto yang jernih.
Fitur fotografi dan videografi juga didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti adaptive stabilization, scene-aware color tuning, auto Smile Capture, dan Auto video Enhancement.
Pengguna juga dapat memanfaatkan integrasi Google Photos untuk penyuntingan berbasis AI, termasuk penghapusan objek dan peningkatan ketajaman gambar.







