Tutup
EkonomiInvestasiNews

SMI Jaga NPL Rendah, Pembiayaan Infrastruktur Terus Bergulir

269
×

SMI Jaga NPL Rendah, Pembiayaan Infrastruktur Terus Bergulir

Sebarkan artikel ini
bos-smi-ungkap-strategi-jaga-rasio-kredit-bermasalah-pembiayaan-infrastruktur-di-bawah-1-persen-selama-5-tahun
Bos SMI Ungkap Strategi Jaga Rasio Kredit Bermasalah Pembiayaan Infrastruktur di Bawah 1 Persen Selama 5 Tahun

Jakarta – PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), badan khusus (SMV) Kementerian Keuangan, menunjukkan kinerja positif dengan rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di bawah 1 persen selama lima tahun terakhir.

Konsistensi ini didorong oleh manajemen risiko yang diterapkan perusahaan dalam membiayai proyek infrastruktur nasional.

Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur di bawah Kementerian keuangan,PT SMI memiliki mandat sebagai agen pembangunan berkelanjutan.

“Kita berusaha untuk lebih melakukan mitigasi risiko untuk proyek-proyek tersebut. Namun angka NPL kami masih relatif sangat terjaga,” kata Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).Berdasarkan data keuangan yang belum diaudit hingga 31 Desember 2025, NPL net PT SMI tercatat sebesar 0,45 persen.

Angka ini melanjutkan tren positif sejak tahun 2020, bahkan saat sektor pembiayaan menghadapi tekanan pandemi dan gejolak global.

Sebelumnya, NPL PT SMI tercatat 0,02 persen (2020), 0,58 persen (2021), 0,34 persen (2022), 0,35 persen (2023), dan 0,41 persen (2024).

Direktur Operasional dan keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, menjelaskan bahwa keberhasilan menjaga tingkat kredit bermasalah ini berkat penerapan kerangka manajemen risiko yang komprehensif.Manajemen risiko mencakup pengawasan terhadap risiko kredit, operasional, pasar, likuiditas, hukum, strategis, kepatuhan, reputasi, hingga risiko penyertaan modal.

Pendekatan ini memastikan setiap proyek yang dibiayai melalui proses seleksi, analisis kelayakan, serta pengawasan berlapis.

Kualitas kredit PT SMI pun mendapat peringkat AAA dari Pefindo dan Baa2 dari Moody’s Ratings.

Selain itu,PT SMI juga menjaga pencadangan yang kuat. Rasio Loan Loss Coverage (LLC) perseroan mencapai 399,56 persen. Artinya,cadangan kerugian pembiayaan yang dimiliki hampir empat kali lipat dari total kredit bermasalah.

Di sisi fundamental, kinerja keuangan PT SMI menunjukkan pertumbuhan stabil selama lima tahun terakhir.Outstanding pembiayaan mencapai Rp94,46 triliun pada tahun 2025, dengan nilai tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) selama lima tahun sebesar 6,1 persen.

Komitmen pembiayaan juga terus menunjukkan pertumbuhan secara konsisten. Pada akhir tahun lalu,perseroan mencatat komitmen pembiayaan mencapai Rp 168,74 triliun dengan CAGR sebesar 9,7 persen.