Tutup
CSRTeknologi

Lintasarta Berdayakan Masyarakat Lewat Teknologi Digital Selama Ramadan

222
×

Lintasarta Berdayakan Masyarakat Lewat Teknologi Digital Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini
lintasarta-perluas-dampak-transformasi-digital-hingga-komunitas-lokal
Lintasarta Perluas Dampak Transformasi Digital hingga Komunitas Lokal

Jakarta – Lintasarta, perusahaan AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, menunjukkan komitmennya terhadap dampak positif teknologi digital bagi masyarakat.Selama Ramadan 1447 Hijriah, Lintasarta menjalankan berbagai inisiatif sosial yang menjangkau lebih dari 1.500 penerima manfaat.

Kegiatan ini dilaksanakan di lima kota besar, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Aceh.

Director & Chief Financial Officer Lintasarta, Hariyadi Ramelan, menegaskan pentingnya empati di tengah pesatnya transformasi digital.

“Sebagai penggerak transformasi digital nasional, kami percaya kemajuan teknologi digital harus berjalan berdampingan dengan kepedulian sosial,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Inisiatif Lintasarta kali ini bertema “Learning to care & Action to share,” dengan fokus pada dukungan fasilitas ibadah, pemberdayaan UMKM, dan edukasi lingkungan.

Salah satu program utama adalah revitalisasi fasilitas ibadah melalui “Surau Kita Berdaya” yang bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison. Program ini berfokus pada pemulihan fasilitas ibadah yang terdampak bencana.

Lintasarta menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah di Musala Al-Ikhsan,Aceh Tamiang,dengan tujuan membantu masyarakat menghidupkan kembali aktivitas sosial dan keagamaan.

Revitalisasi juga dilakukan di Masjid Abu Bakar As-Sidiq (Maros), Musala Mansaul Ridho 2 (Tuban), dan Musala Al Ikhlas (purwodadi).

“Revitalisasi ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi surau sebagai pusat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat sekitar,” kata Hariyadi.

Di bidang ekonomi lokal, Lintasarta menghadirkan “warung Berkah Ramadan” yang melibatkan UMKM dan warung makan lokal.

Program ini menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat dhuafa dan anak yatim, sekaligus membantu menggerakkan aktivitas ekonomi setempat.

Program tersebut menjangkau ratusan penerima manfaat di berbagai kota,termasuk 350 orang di Surabaya,300 orang di Makassar,dan 250 orang di Yogyakarta.