Tutup
EkonomiPerbankan

Mentan Yakinkan Surplus Beras Aman Hadapi El Nino

270
×

Mentan Yakinkan Surplus Beras Aman Hadapi El Nino

Sebarkan artikel ini
amran-pede-ri-bisa-surplus-beras-5-juta-ton-meski-ada-godzilla-el-nino
Amran Pede RI Bisa Surplus Beras 5 Juta Ton Meski Ada Godzilla El Nino

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia mampu surplus beras hingga 5 juta ton. Keyakinan ini muncul di tengah ancaman fenomena El Nino.Amran memperkirakan El Nino akan terjadi mulai April dan berlangsung hingga enam bulan ke depan.

“El Nino itu mulai bulan depan, April, diperkirakan itu sampai enam bulan ya. Insya Allah pangan, khusus sektor pangan itu aman,” ujar amran di Jakarta, Senin (30/3).

Menurutnya, kesiapan menghadapi potensi kekeringan saat ini lebih baik dari sebelumnya, terutama dari sisi infrastruktur.

Pemerintah telah memperkuat sistem irigasi melalui program pompanisasi dan optimalisasi lahan rawa (oplah). Hal ini memungkinkan peningkatan intensitas tanam.

“Kita melakukan pompanisasi, jadi irigasi oplah itu kita tekan. Nah, itu alhamdulillah berhasil,” katanya.

Selain itu, perluasan dan perbaikan jaringan irigasi terus dilakukan untuk menopang produksi pangan nasional. Kementan menargetkan perbaikan hingga 2 juta hektare lahan irigasi.

Amran menyebut stok beras nasional saat ini berada pada level tinggi.

“Stok hari ini tertinggi, yaitu 4,3 juta ton. Di Bulog bulan depan perkiraan 5 juta ton lebih, berarti aman,” ujarnya.

Selain stok di Bulog, terdapat cadangan beras di sektor hotel, restoran, dan rumah tangga sekitar 12,5 juta ton, serta potensi produksi (standing crop) sekitar 11 juta ton.

Secara keseluruhan,total pasokan beras diperkirakan mencapai sekitar 27 juta ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan tanpa tambahan produksi.

Bahkan dalam skenario terburuk saat puncak kemarau, Amran memperkirakan produksi tetap berjalan meski dalam jumlah lebih rendah.

“Di saat musim kemarau El Nino dan seterusnya itu produksi 12 juta ton. Kalau tambah 12 juta ton, itu berarti bisa lima bulan,” katanya.

Dengan kombinasi stok awal dan tambahan produksi selama periode kemarau, ia memperkirakan ketahanan pangan nasional bisa bertahan hingga 15 bulan ke depan.

“Harga (pangan) insya Allah stabil,” tambahnya.

Terkait potensi terganggunya kalender tanam, Amran menilai risiko tersebut relatif kecil. Ia menyebut kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama yang menekan potensi gangguan.

Di sisi lain,Badan Meteorologi,Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) menyebut istilah ‘Godzilla El nino’ bukan kategori resmi. BMKG memperkirakan peluang El Nino berada pada level lemah hingga moderat.