Tutup
EkonomiPerbankan

Menkeu Kelola SAL Rp420 Triliun, Anggaran Negara Aman

153
×

Menkeu Kelola SAL Rp420 Triliun, Anggaran Negara Aman

Sebarkan artikel ini
diremehkan,-purbaya-balas:-saya-sudah-hitung-anggaran-sejak-2002
Diremehkan, Purbaya Balas: Saya Sudah Hitung Anggaran Sejak 2002

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara aman di tengah gejolak ekonomi global. Pemerintah memiliki bantalan fiskal berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.

Purbaya menepis keraguan sejumlah pihak terkait kemampuannya mengelola anggaran. ia menegaskan pengalamannya menghitung anggaran sejak awal 2000-an.

“Nanti ada yang bilang Pak Purbaya tidak bisa hitung. Saya sudah menghitung anggaran sejak tahun 2002, 2003, 2005,” tegas Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).

Dana SAL, menurut Purbaya, terdiri dari Rp300 triliun yang ditempatkan di perbankan dan sisanya di Bank Indonesia.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan,SAL adalah tabungan negara dari sisa lebih anggaran tahun-tahun sebelumnya.

Dana ini tidak digunakan untuk kas harian,melainkan sebagai cadangan fiskal,investasi jangka pendek pemerintah,dan pengaman keuangan saat krisis.

Purbaya menyebut dana SAL bisa dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas anggaran, terutama saat harga minyak mentah dunia meningkat akibat konflik di Timur Tengah.

“ketika keadaan seperti ini, kita masih punya tambahan bantalan tadi (SAL).Jadi anggaran kita aman,” ujarnya.

Pemerintah akan berkoordinasi dengan Komisi XI DPR RI terkait pengelolaan SAL untuk menjaga keberlanjutan fiskal.

Purbaya juga mengungkapkan pernah menjadi penasihat pemerintah, termasuk saat kenaikan harga BBM sebesar 126 persen pada 2005. Saat itu,ia terlibat langsung dalam menghitung dampak kenaikan harga BBM terhadap anggaran.

Indonesia bahkan pernah memiliki model perhitungan fiskal yang mampu memproyeksikan perubahan asumsi harga minyak mentah dunia hingga 10 tahun ke depan.

“Jadi di luar orang bilang, ‘Pak menteri keuangannya tidak bisa menghitung.’ Saya hanya menegaskan di sini bahwa saya bisa hitung,” pungkas Purbaya.