Bisnis
Kamis, 9 April 2026 – 07:00 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, hingga saat ini belum ada permintaan pembebasan relaksasi tarif bea masuk untuk bahan baku plastik dari para pelaku industri di Tanah Air.
“Minta (kemudahan bea masuk) ke Kemenperin, terus ke saya. Itu (harga plastik) naik karena bahan bakunya juga naik, tapi ketika turun, akan turun juga,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa Photo :
[Mohammad Yudha Prasetya] Penegasan itu terkait naiknya secara tajam harga berbagai produk plastik di dalam negeri seiring terganggunya impor bahan baku akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Kenaikan terjadi sejak pekan kedua Ramadhan dan terus berlanjut setiap pekan.
Karenanya, Purbaya menyarankan pelaku industri plastik perlu berdiskusi terlebih dahulu dengan Kementerian Perindustrian, terkait dengan permintaan untuk keringanan bea masuk bahan baku seperti nafta dan LPG.
Dia menjelaskan, kenaikan harga plastik bersifat sementara, karena dipengaruhi oleh harga bahan baku global. Hal itu sebagai imbas dari masih panasnya konflik di Timur Tengah, sehingga menekan ongkos logistik.
Purbaya menambahkan, seandainya pemerintah membuat kebijakan baru untuk melindungi industri plastik dalam negeri, maka hal tersebut akan bersifat sementara.
“Seandainya ada kebijakan pun, pasti akan kami pertimbangkan. Tapi mereka belum ke saya, jadi saya enggak tahu,” ujar Purbaya.
Dia juga menyatakan, belum ada komunikasi secara langsung dengan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, untuk membahas soal isu plastik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Diketahui, sebelumnya Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pemerintah terus mengupayakan diversifikasi bahan baku hingga mendorong pemanfaatan daur ulang, guna menjaga ketersediaan plastik nasional di tengah tekanan geopolitik global.
Menanggapi dinamika harga dan pasokan bahan baku plastik, Agus menjelaskan bahwa eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah telah mempengaruhi rantai pasok industri petrokimia global, khususnya pada komoditas nafta sebagai bahan baku utama plastik. (Ant).
Harga Plastik Naik, Purbaya Ungkap Biang Keroknya Menteri Keuangan Purbaya menyebut kenaikan harga plastik dipicu bahan baku global seperti nafta dan petroleum serta belum ada pembahasan insentif industri.
VIVA.co.id
8 April 2026







