Regulasi

Rupiah Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS pada Senin 1 Juni 2026

187
×

Rupiah Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS pada Senin 1 Juni 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot mencatatkan kinerja impresif pada perdagangan Senin (1/6/2026). Mata uang Garuda berhasil ditutup menguat 0,43% ke level Rp16.805 per dolar Amerika Serikat (AS), atau mengalami rebound signifikan dibandingkan penutupan akhir pekan lalu yang berada di posisi Rp17.881 per dolar AS.

Kenaikan ini menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan performa terbaik di kawasan Asia pada hari ini. Di saat mata uang lain cenderung tertekan, rupiah sukses memimpin penguatan, diikuti oleh rupee India dan yuan China yang masing-masing menguat tipis sebesar 0,01%.

Kondisi berbeda justru dialami oleh mayoritas mata uang Asia lainnya yang melemah di hadapan dolar AS. Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam sebesar 0,24%, disusul oleh peso Filipina yang terkoreksi 0,22% dan won Korea yang melemah 0,16%.

Selain itu, tekanan juga dialami oleh yen Jepang (0,12%), dolar Singapura (0,06%), dolar Taiwan (0,03%), dolar Hong Kong (0,01%), serta ringgit Malaysia yang melemah tipis 0,005%.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam terhadap mata uang utama dunia terpantau berada di level 98,98. Angka tersebut menunjukkan sedikit kenaikan dibandingkan posisi akhir pekan lalu yang berada di level 98,94.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan di pasar keuangan domestik masih membayangi kinerja industri reksadana. Di tengah pelemahan pasar saham dan meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah, manajer investasi memilih memperkuat kualitas portofolio melalui seleksi emiten berbasis fundamental guna menjaga kinerja reksadana saham hingga kuartal III 2026. Baca Juga: Rupiah Masih Rentan, Berisiko Tembus Rp 19.000 per Dolar AS di Akhir Juni 2026 Berdasarkan…