Tutup
Regulasi

Inflasi Tahunan Mei 2024 Diprediksi Naik ke Angka 3,21 Persen

126
×

Inflasi Tahunan Mei 2024 Diprediksi Naik ke Angka 3,21 Persen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Tim Ekonom Bank Mandiri atau Office of Chief Economist (OCE) memproyeksikan inflasi tahunan pada Mei 2026 akan melonjak ke angka 3,21 persen secara tahunan (*year on year*). Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang berada di level 2,42 persen.

Berdasarkan analisis OCE Bank Mandiri pada Senin (1/6/2026), inflasi bulanan (*month to month*) pada Mei diprediksi mencapai 0,40 persen, naik tajam dari 0,13 persen pada April.

Pendorong utama kenaikan inflasi ini adalah lonjakan harga tiket pesawat serta beralihnya tren harga pangan bergejolak dari deflasi menjadi inflasi ringan. Secara bulanan, komponen pangan bergejolak diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,20 persen, setelah sebelumnya mencatat deflasi 0,88 persen pada April.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama, di antaranya cabai merah yang melonjak 23 persen, bawang merah 4,1 persen, daging sapi 0,4 persen, dan beras 0,3 persen.

Selain pangan, harga yang diatur pemerintah (*administered prices*) diprediksi mengalami inflasi bulanan sebesar 1,3 persen, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,69 persen. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga tiket pesawat yang diperkirakan mencapai 35,31 persen, sebagai dampak dari kenaikan harga minyak dunia.

Di sisi lain, inflasi inti diprediksi justru melambat menjadi 0,19 persen secara bulanan dibandingkan 0,23 persen pada April. OCE Bank Mandiri menilai perlambatan ini dipengaruhi oleh penurunan harga emas dan depresiasi nilai tukar rupiah.

Sebagai perbandingan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada April 2026 sebesar 2,42 persen. Saat itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama dengan andil 0,9 persen.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi dengan andil 0,77 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, sebelumnya menyatakan bahwa komoditas emas perhiasan menjadi faktor utama yang mengerek inflasi di kelompok tersebut. BPS dijadwalkan mengumumkan data inflasi resmi untuk periode Mei 2026 pada Selasa (2/6/2026).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas spot sempat terkoreksi. Namun, investor perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing produk sebelum berinvestasi, baik emas batangan maupun emas digital. Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (1/6) pukul 11.50 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.511 per ons troi. Posisi tersebut turun 1,15% dalam sepekan dan terkoreksi 0,15% dibandingkan satu bulan sebelumnya. Di pasar domestik, harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp 936,26 miliar atau Rp 20 per saham untuk tahun buku 2025. Nilai dividen per saham ini menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir, meski KLBF mencatatkan pertumbuhan laba bersih 13,09% secara tahunan (YoY) menjadi Rp3,66 triliun. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, kebijakan dividen tersebut masih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas dunia masih bertahan di level tinggi meski mengalami koreksi dalam sepekan terakhir. Prospek pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) serta kuatnya permintaan investasi dinilai masih menjadi penopang utama pergerakan logam mulia. Berdasarkan Trading Economics pada Senin (1/6/2026) pukul 07.40 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.535 per ons troi. Harga tersebut turun 0,62% dalam sepekan, tetapi…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mulai langkah baru dalam pengembangan bisnisnya. Emiten yang bergerak di sektor produsen furnitur dan jasa konstruksi interior ini bakal memperluas lini usahanya ke sektor tambang batubara. MEJA menempuh sektor lini usaha baru melalui aksi korporasi berupa akusisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP) dengan nilai transaksi mencapai sekitar US$ 100 juta. Transaksi akuisisi ini…