Regulasi

Inflasi Tahunan Mei 2024 Diprediksi Naik ke Angka 3,21 Persen

179
×

Inflasi Tahunan Mei 2024 Diprediksi Naik ke Angka 3,21 Persen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Tim Ekonom Bank Mandiri atau Office of Chief Economist (OCE) memproyeksikan inflasi tahunan pada Mei 2026 akan melonjak ke angka 3,21 persen secara tahunan (*year on year*). Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang berada di level 2,42 persen.

Berdasarkan analisis OCE Bank Mandiri pada Senin (1/6/2026), inflasi bulanan (*month to month*) pada Mei diprediksi mencapai 0,40 persen, naik tajam dari 0,13 persen pada April.

Pendorong utama kenaikan inflasi ini adalah lonjakan harga tiket pesawat serta beralihnya tren harga pangan bergejolak dari deflasi menjadi inflasi ringan. Secara bulanan, komponen pangan bergejolak diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,20 persen, setelah sebelumnya mencatat deflasi 0,88 persen pada April.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama, di antaranya cabai merah yang melonjak 23 persen, bawang merah 4,1 persen, daging sapi 0,4 persen, dan beras 0,3 persen.

Selain pangan, harga yang diatur pemerintah (*administered prices*) diprediksi mengalami inflasi bulanan sebesar 1,3 persen, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,69 persen. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga tiket pesawat yang diperkirakan mencapai 35,31 persen, sebagai dampak dari kenaikan harga minyak dunia.

Di sisi lain, inflasi inti diprediksi justru melambat menjadi 0,19 persen secara bulanan dibandingkan 0,23 persen pada April. OCE Bank Mandiri menilai perlambatan ini dipengaruhi oleh penurunan harga emas dan depresiasi nilai tukar rupiah.

Sebagai perbandingan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada April 2026 sebesar 2,42 persen. Saat itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama dengan andil 0,9 persen.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi dengan andil 0,77 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, sebelumnya menyatakan bahwa komoditas emas perhiasan menjadi faktor utama yang mengerek inflasi di kelompok tersebut. BPS dijadwalkan mengumumkan data inflasi resmi untuk periode Mei 2026 pada Selasa (2/6/2026).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan di pasar keuangan domestik masih membayangi kinerja industri reksadana. Di tengah pelemahan pasar saham dan meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah, manajer investasi memilih memperkuat kualitas portofolio melalui seleksi emiten berbasis fundamental guna menjaga kinerja reksadana saham hingga kuartal III 2026. Baca Juga: Rupiah Masih Rentan, Berisiko Tembus Rp 19.000 per Dolar AS di Akhir Juni 2026 Berdasarkan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar keuangan domestik saat ini masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Di pasar saham, misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot sekitar 35,3% sejak awal tahun 2026 ke level 5.594,76. Tekanan juga terjadi di pasar keuangan secara lebih luas seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS. Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, investor tampaknya…