Tutup
PendidikanTeknologi

Indonesia Perlu Mempercepat Pencetakan Talenta Keamanan Siber Nasional

129
×

Indonesia Perlu Mempercepat Pencetakan Talenta Keamanan Siber Nasional

Sebarkan artikel ini
indonesia-darurat-sdm-keamanan-siber
Indonesia Darurat SDM Keamanan Siber

Jakarta – Kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan utama bagi Indonesia dalam membangun sistem keamanan siber yang andal. Saat ini, jumlah talenta digital yang memiliki spesialisasi di bidang keamanan siber masih sangat minim dibandingkan dengan kebutuhan industri yang terus meningkat.

Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, Defi nofitra, mengungkapkan bahwa minimnya tenaga ahli keamanan siber disebabkan oleh terbatasnya jalur pendidikan formal yang fokus pada bidang tersebut.

“Perlu diakui bahwa SDM kita masih cukup rendah. Orang yang benar-benar mengerti keamanan siber masih sedikit,” ujar Defi di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menurut Defi,saat ini hanya segelintir perguruan tinggi di Indonesia yang menyediakan jurusan khusus keamanan siber,salah satunya telkom University di Bandung. Akibatnya, banyak posisi di industri keamanan siber diisi oleh lulusan dari disiplin ilmu lain, seperti Teknik Elektro atau Teknik Mesin, yang kemudian mempelajari keamanan siber secara mandiri.

Kondisi ini membuat banyak praktisi baru mendalami keamanan siber saat menempuh pendidikan jenjang S2. Padahal,industri membutuhkan talenta yang sudah terarah sejak jenjang S1.

“Kita jarang menemukan talenta yang dari S1-nya sudah diarahkan mendalami keamanan siber. Misi kami salah satunya adalah membantu membangun talenta-talenta tersebut,” tambahnya.

Kebutuhan akan tenaga ahli ini semakin mendesak seiring dengan meningkatnya ancaman siber secara global. Data Kaspersky mencatat,serangan siber terus melonjak dari 370 ribu malware baru per hari pada 2023,menjadi 500 ribu malware baru per hari pada 2025.