Tutup
EkonomiNewsPendidikan

Program Makan Bergizi Gratis Tekan Stunting dan Perkuat Ekonomi

109
×

Program Makan Bergizi Gratis Tekan Stunting dan Perkuat Ekonomi

Sebarkan artikel ini
tekan-angka-stunting,-mbg-dinilai-jadi-jembatan-atasi-kerentanan-ekonomi-keluarga
Tekan Angka Stunting, MBG Dinilai Jadi Jembatan Atasi Kerentanan Ekonomi Keluarga

Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar pemenuhan asupan nutrisi di sekolah. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera.

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Dr. Tri Nuryanti, mengungkapkan saat ini masih ada 81 kabupaten/kota yang masuk kategori rentan rawan pangan. Di wilayah tersebut, keluarga kurang mampu terpaksa mengeluarkan setidaknya 65 persen dari total pendapatan mereka hanya untuk kebutuhan pangan.

“Ketika ada jembatan keterjangkauan bernama MBG, beban pengeluaran pangan orang tua otomatis berkurang secara drastis,” ujar Tri, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, efektivitas MBG terletak pada kemampuannya dalam memperbaiki struktur ekonomi keluarga. Dengan berkurangnya beban belanja pangan, sisa pendapatan rumah tangga dapat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya, seperti pendidikan atau kesehatan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari ahli gizi IPB sekaligus pengurus Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws. Ia menilai MBG merupakan investasi jangka panjang negara yang menyasar langsung akar permasalahan kesehatan masyarakat.

Lesda menjelaskan bahwa stunting di Indonesia adalah persoalan multidimensional yang kompleks. Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga kondisi ekonomi keluarga dan sanitasi lingkungan yang memicu infeksi berulang pada anak.

“MBG secara komprehensif memotong rantai permasalahan yang berlarut-larut tersebut,” jelas Lesda.

Guna mengoptimalkan periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan, cakupan program MBG kini telah diperluas. Pemerintah tidak lagi hanya menyasar anak usia sekolah, tetapi juga kelompok 3B yang terdiri dari Balita, Ibu Menyusui (Busui), dan Ibu Hamil (Bumil).