Tutup
News

Dua Kapal Perang AS Lintasi Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Regional

116
×

Dua Kapal Perang AS Lintasi Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Regional

Sebarkan artikel ini

WASHINGTON – Dua kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan telah berhasil melintasi Selat Hormuz. Peristiwa ini menjadi transit pertama kapal militer AS sejak konflik antara Washington dan Iran meletus pada akhir Februari lalu.

Operasi tersebut berlangsung tanpa kendala berarti. Sejumlah media internasional melaporkan bahwa pergerakan kapal perang AS ini dilakukan tanpa melakukan koordinasi dengan pihak otoritas Iran.

Presiden AS, Donald Trump, melalui platform Truth Social mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memulai proses “pembersihan” di jalur laut strategis tersebut. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk bantuan kepada negara-negara seperti China, Jepang, dan Prancis, yang menurutnya enggan mengambil tindakan serupa.

Trump mengklaim bahwa Iran telah mengalami kekalahan besar dalam konflik ini. Meski demikian, ia mengakui bahwa keberadaan ranjau laut yang dipasang oleh Iran di sepanjang jalur tersebut masih menjadi ancaman serius bagi pelayaran internasional.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dunia. “Satu-satunya hal yang mereka (Iran) miliki hanyalah ancaman bahwa sebuah kapal mungkin menabrak salah satu ranjau laut mereka,” tulis Trump.

Sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, jalur pelayaran utama di lepas pantai Iran praktis tertutup. Pembukaan kembali Selat Hormuz kini menjadi salah satu poin krusial dalam kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan awal pekan ini.

Sebagai tindak lanjut dari upaya meredam konflik, para pejabat senior dari Iran dan AS dilaporkan telah memulai pembicaraan di Pakistan pada Sabtu (11/4). Negosiasi ini bertujuan mencari jalan keluar dari ketegangan yang telah memicu kekerasan di Timur Tengah serta mengguncang perekonomian global.

Hingga saat ini, pejabat resmi AS belum memberikan pernyataan rinci terkait laporan pergerakan kapal perang tersebut. Sebelumnya, Trump sempat menyebutkan bahwa sejumlah kapal tanker dari berbagai negara kini tengah menuju AS untuk membeli minyak, namun ia tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai operasional tersebut.