Jakarta – Dinas Keamanan ukraina (SBU) bersama FBI, lembaga penegak hukum Uni eropa, dan badan kontra intelijen polandia sukses membongkar jaringan mata-mata intelijen militer Rusia melalui operasi siber berskala besar.
Operasi ini mengungkap praktik peretasan masif terhadap router Wi-Fi di kantor maupun rumah warga Ukraina dan warga negara asing. Perangkat yang menjadi sasaran adalah jenis Small Office/Home Office (SOHO) yang memiliki protokol keamanan usang.
Dalam aksinya, agen Rusia meretas router tersebut dan mengalihkan lalu lintas data melalui server DNS milik mereka. Dengan cara ini, mereka bertindak sebagai perantara digital untuk mencuri kata sandi, token otentikasi, hingga data sensitif seperti komunikasi email yang seharusnya terlindungi protokol SSL dan TLS.
Data yang dicuri kemudian digunakan untuk melancarkan serangan siber,sabotase informasi,serta pengumpulan intelijen strategis. Target utama mereka adalah komunikasi pegawai pemerintahan, unit Angkatan Bersenjata Ukraina, dan perusahaan industri pertahanan.
otoritas terkait berhasil memblokir lebih dari 100 server dan membebaskan ratusan router dari kendali Rusia dalam operasi gabungan ini. Langkah tersebut diklaim mampu melemahkan kemampuan intelijen militer Rusia secara signifikan sekaligus mencegah sabotase perangkat lunak lebih lanjut.
Pihak SBU menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh individu yang terlibat dalam kejahatan siber tersebut bersama mitra-mitra Barat.
Sebagai langkah pencegahan, SBU mengimbau masyarakat untuk segera memeriksa model dan versi firmware router mereka. Pengguna diminta untuk menginstal pembaruan keamanan terbaru atau mengganti perangkat dengan model yang lebih modern jika dukungan dari pabrikan sudah tidak tersedia.
Jakarta – dinas Keamanan Ukraina (SBU) bersama FBI,lembaga penegak hukum Uni Eropa,dan badan kontra intelijen Polandia sukses membongkar jaringan mata-mata intelijen militer Rusia melalui operasi siber berskala besar.
Operasi ini mengungkap praktik peretasan masif terhadap router Wi-Fi di kantor maupun rumah warga Ukraina dan warga negara asing. Perangkat yang menjadi sasaran adalah jenis Small Office/Home Office (SOHO) yang memiliki protokol keamanan usang.
Dalam aksinya, agen Rusia meretas router tersebut dan mengalihkan lalu lintas data melalui server DNS milik mereka. Dengan cara ini, mereka bertindak sebagai perantara digital untuk mencuri kata sandi, token otentikasi, hingga data sensitif seperti komunikasi email yang seharusnya terlindungi protokol SSL dan TLS.
Data yang dicuri kemudian digunakan untuk melancarkan serangan siber, sabotase informasi, serta pengumpulan intelijen strategis. Target utama mereka adalah komunikasi pegawai pemerintahan, unit Angkatan Bersenjata Ukraina, dan perusahaan industri pertahanan.
Otoritas terkait berhasil memblokir lebih dari 100 server dan membebaskan ratusan router dari kendali Rusia dalam operasi gabungan ini.






